TEHERAN, TINTAHIJAU.com – Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) secara resmi mengumumkan telah melumpuhkan dua pesawat tempur milik Amerika Serikat pada Jumat (3/4/2026). Salah satu armada yang berhasil dijatuhkan dilaporkan merupakan jet tempur canggih generasi kelima, F-35.
Berdasarkan keterangan IRGC, pesawat F-35 tersebut dirontokkan di wilayah tengah Iran menggunakan sistem pertahanan udara mutakhir hasil pengembangan dalam negeri. Jet tersebut diidentifikasi berasal dari skuadron yang bermarkas di Pangkalan Lakenheath, Inggris Raya.
Hingga saat ini, kondisi awak pesawat masih menjadi teka-teki akibat kerusakan parah pada badan pesawat.
“Karena kondisi pesawat sepenuhnya hancur, nasib pilotnya belum diketahui,” demikian keterangan IRGC dikutip dari PressTV, Sabtu (4/4/2026).
Kantor berita Tasnim melaporkan bahwa militer Iran telah mengerahkan tim untuk melakukan operasi pencarian di lokasi jatuhnya pesawat. Namun, hingga laporan terakhir diterima, upaya pencarian pilot tersebut belum membuahkan hasil.
Insiden di Teluk Persia
Sebelum jatuhnya F-35 di wilayah tengah, IRGC mengeklaim telah lebih dulu menembak jatuh satu unit pesawat tempur AS lainnya. Insiden pertama ini terjadi di sekitar Pulau Qeshm, di mana pesawat tersebut dilaporkan jatuh dan tenggelam ke dasar Teluk Persia.
Pihak Teheran menegaskan bahwa aksi militer ini merupakan jawaban sekaligus bantahan terhadap pernyataan Presiden AS Donald Trump. Sebelumnya, Trump sempat mengeklaim bahwa kekuatan sistem pertahanan udara Iran sudah tidak lagi berfungsi atau lumpuh.
Sampai berita ini disiarkan, pihak pemerintah maupun militer Amerika Serikat belum memberikan pernyataan resmi atau konfirmasi terkait klaim jatuhnya jet tempur F-35 tersebut.





