Megapolitan

KPK Gelar OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Terjaring

×

KPK Gelar OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Terjaring

Sebarkan artikel ini
Gedung Merah Putih KPK | Foto: Hendra Gunawan/TribunNews

TULUNGAGUNG, TINTAHIJAU.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan gebrakan melalui Operasi Tangkap Tangan (OTT). Kali ini, lembaga antirasuah tersebut menyasar wilayah Tulungagung, Jawa Timur, dan dikabarkan berhasil mengamankan Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo.

Kabar mengenai operasi senyap ini dikonfirmasi langsung oleh Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, pada Jumat (10/4/2026). Saat ditanya mengenai kebenaran penangkapan orang nomor satu di Tulungagung tersebut, Fitroh menjawab singkat.

“Benar,” ujar Fitroh sebagaimana dilansir dari Antara.

Status Hukum Ditentukan 1×24 Jam

Hingga berita ini diturunkan, pihak KPK belum memberikan rincian lebih lanjut mengenai kronologi penangkapan, lokasi spesifik penyergapan, maupun detail perkara korupsi yang menjerat Gatut Sunu.

Berdasarkan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), penyidik KPK memiliki waktu maksimal 1×24 jam untuk melakukan pemeriksaan intensif guna menentukan status hukum pihak-pihak yang terjaring dalam OTT tersebut, apakah akan ditetapkan sebagai tersangka atau sekadar saksi.

Tren Penangkapan Kepala Daerah

Operasi di Tulungagung ini menambah panjang daftar kepala daerah yang terjerat OTT KPK dalam kurun waktu terakhir. Di bawah kepemimpinan saat ini, KPK tampak agresif dalam melakukan penindakan di berbagai daerah.

Sebelum Gatut Sunu, sejumlah nama kepala daerah lainnya telah lebih dulu berurusan dengan KPK melalui operasi serupa, di antaranya:

  • Wali Kota Madiun, Maidi.
  • Bupati Pati, Sudewo.
  • Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq.
  • Bupati Rejang Lebong, Muhammad Fikri Thobari.
  • Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachma.

Publik kini menanti keterangan resmi lebih lanjut dari gedung Merah Putih KPK untuk mengetahui jumlah uang yang disita serta pihak-pihak lain yang kemungkinan ikut diamankan dalam operasi di Jawa Timur tersebut.