SUBANG, TINTAHIJAU.COM – Rencana Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menerbitkan Surat Edaran (SE) terkait anjuran pesta pernikahan sederhana bagi generasi Z menuai respons positif dari berbagai kalangan. Salah satunya datang dari Direktur Utama PT TNR Mitra Utama, Niko Rinaldo.
Gagasan tersebut disampaikan Dedi Mulyadi saat menghadiri Dies Natalis Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung pada Rabu (8/4/2026). Dalam sambutannya, ia mengimbau generasi muda agar tidak memaksakan pesta pernikahan mewah, terutama jika kondisi ekonomi keluarga tidak memungkinkan.
“Anak-anak Gen Z yang mau menikah, kalau orang tuanya tidak mampu, tidak perlu memaksakan hajatan. Saya menyarankan tidak usah. Saya akan bikin Surat Edaran, meski pasti akan ada protes,” ujar Dedi.
Menurutnya, pernikahan seharusnya tidak menjadi beban finansial, melainkan momentum sakral yang dijalani dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab. Ia juga mengaitkan pandangannya dengan pengalaman pribadi saat menikah tanpa membebani orang tua.
Menanggapi hal tersebut, Niko Rinaldo menyatakan dukungan penuh terhadap rencana kebijakan tersebut. Ia menilai langkah Gubernur Jawa Barat sebagai terobosan positif yang relevan dengan kondisi sosial masyarakat saat ini.
“Ini gebrakan yang sangat bagus. Saya sangat mendukung jika SE tersebut terbit. Kami juga siap membantu mengkampanyekan agar bisa dijalankan dengan baik, khususnya di Kabupaten Subang,” ujar Niko.
Tak hanya itu, pihaknya juga berkomitmen membuka ruang konsultasi bagi generasi muda yang akan menikah. Tujuannya agar calon pengantin dapat merencanakan pernikahan secara bijak, terukur, dan tidak melampaui kemampuan finansial.
Sebagai bentuk konkret dukungan, Niko juga akan menggelar kegiatan bertajuk “Nikah Seru Festival 2026” yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 29 April 2026 di More Coffee and Space Subang.
Melalui kegiatan tersebut, para calon pengantin akan difasilitasi untuk berkonsultasi langsung terkait perencanaan pernikahan, mulai dari konsep acara hingga pengelolaan anggaran. Selain itu, acara ini juga menjadi wadah kolaborasi bagi pelaku usaha lokal di sektor pernikahan.
Niko berharap, melalui inisiatif ini, masyarakat—khususnya generasi Z—dapat memaknai pernikahan secara lebih sederhana namun tetap khidmat dan bermakna, tanpa tekanan sosial maupun beban ekonomi yang berlebihan.





