Megapolitan

Militer AS Cegat Kapal Tanker M/T Tifani di Teluk Bengal, Diduga Angkut Minyak Iran

×

Militer AS Cegat Kapal Tanker M/T Tifani di Teluk Bengal, Diduga Angkut Minyak Iran

Sebarkan artikel ini
Kepala Staf Gabungan AS Jenderal Dan Caine berbicara dalam konferensi pers di Pentagon, Washington, Kamis (16/4/2026). (Sumber: Kevin Wolf/Associated Press)

WASHINGTON, TINTAHIJAU.com — Pasukan militer Amerika Serikat (AS) dilaporkan berhasil mencegat dan merampas sebuah kapal tanker bernama M/T Tifani di perairan Teluk Bengal, Selasa (21/4). Kapal berbendera Botswana tersebut diduga kuat mengangkut minyak mentah dari Iran secara ilegal.

Dalam pernyataan resminya melalui media sosial, Pentagon mengonfirmasi bahwa pasukan AS melakukan “operasi intersepsi maritim” terhadap kapal tersebut. Operasi dilaporkan berjalan lancar dan petugas berhasil menguasai kapal tanpa adanya insiden kekerasan.

Seorang pejabat AS menyatakan bahwa penyitaan dilakukan karena kapal tersebut melanggar ketentuan sanksi ekonomi yang dijatuhkan Washington terhadap Teheran. Pemerintah AS kini memiliki waktu empat hari untuk menentukan nasib kapal tanker tersebut.

“Kami akan melakukan upaya maritim untuk mencegah jaringan-jaringan gelap dan mencegat kapal yang disanksi yang memberikan dukungan material ke Iran, di mana pun mereka beroperasi,” tulis pernyataan Pentagon sebagaimana dikutip dari Associated Press, Selasa (21/4/2026) waktu setempat.

Penyitaan M/T Tifani ini merupakan aksi kedua yang dilakukan militer AS terhadap armada yang terafiliasi dengan Iran dalam sepekan terakhir. Sebelumnya, pada Minggu (19/4), militer AS juga telah merampas sebuah kapal kargo berbendera Iran di perairan Teluk Oman.

Aksi tegas ini selaras dengan peringatan yang dikeluarkan oleh Kepala Staf Gabungan AS, Jenderal Dan Caine. Ia menegaskan bahwa pihaknya akan menindak setiap kapal terkait Iran yang beroperasi di wilayah cakupan Komando Pusat AS (CENTCOM) maupun perairan internasional lainnya.

“Kami akan mengejar setiap kapal berbendera Iran atau setiap kapal yang berupaya memberikan dukungan material untuk Iran,” tegas Dan Caine.

Target utama dari operasi ini adalah kapal-kapal yang keluar dari Selat Hormuz sebelum blokade penuh oleh Amerika Serikat resmi diberlakukan. Pengetatan pengawasan maritim ini diprediksi akan semakin meningkatkan ketegangan antara Washington dan Teheran di wilayah perairan strategis.