Pemerintahan

Perkuat Ketahanan Energi, Indonesia Amankan Komitmen 150 Juta Barel Minyak dari Rusia

×

Perkuat Ketahanan Energi, Indonesia Amankan Komitmen 150 Juta Barel Minyak dari Rusia

Sebarkan artikel ini
Utusan Khusus Presiden bidang Energi dan Lingkungan Hashim Djojohadikusumo dalam acara Economic Briefing 2026 yang digelar di Jakarta, Kamis (23/4/2026). (Sumber: ANTARA/Suharsana Aji Sasra J C)

JAKARTA, TINTAHIJAU.com – Pemerintah Indonesia berhasil mengamankan komitmen pasokan minyak mentah sebesar 150 juta barel dari Rusia dengan harga khusus. Kesepakatan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan bilateral antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin yang berlangsung pada Senin (13/4/2026) lalu.

Utusan Khusus Presiden bidang Energi dan Lingkungan, Hashim Djojohadikusumo, mengungkapkan bahwa kerja sama ini bertujuan untuk membentengi ekonomi nasional dari ketidakpastian global.

“Indonesia sekarang sudah ada komitmen dari pemerintah Rusia, 150 juta barel kita bisa simpan di Indonesia untuk menghadapi masalah-masalah gejolak ekonomi,” ujar Hashim dalam acara Economic Briefing 2026 di Jakarta, Kamis (23/4/2026).

Hashim merinci bahwa pada tahap awal, Rusia menyetujui pengiriman segera sebanyak 100 juta barel minyak. Apabila Indonesia masih membutuhkan tambahan pasokan, pihak Rusia berkomitmen untuk menambah 50 juta barel lagi. Seluruh pasokan tersebut diberikan dengan skema harga khusus yang diharapkan dapat meringankan beban fiskal negara.

Senada dengan Hashim, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengonfirmasi bahwa kerja sama ini tidak hanya sebatas jual-beli komoditas, tetapi juga mencakup pembangunan infrastruktur energi yang strategis.

“Kabar alhamdulillah cukup menggembirakan. Pihak Rusia juga siap membangun beberapa infrastruktur penting dalam rangka meningkatkan cadangan dan ketahanan energi nasional kita,” kata Bahlil di Istana Merdeka, pekan lalu.

Langkah strategis ini diambil sebagai solusi atas tingginya ketergantungan Indonesia terhadap impor minyak. Berdasarkan data Kementerian ESDM, konsumsi bahan bakar minyak (BBM) nasional saat ini mencapai 1,6 juta barel per hari.

Namun, angka tersebut tidak sebanding dengan produksi minyak domestik (lifting) yang hanya berkisar di angka 600-610 ribu barel per hari. Kondisi ini memaksa Indonesia untuk mengimpor sekitar 1 juta barel minyak setiap harinya.

“Di tengah kondisi global yang seperti ini, kita harus mampu mencari cadangan-cadangan minyak dari berbagai sumber. Tidak hanya di satu negara, tapi di hampir semua negara,” tegas Bahlil.

Meskipun tantangan energi global terus membayangi, Bahlil memastikan bahwa cadangan minyak mentah Indonesia dalam posisi aman setidaknya hingga Desember tahun ini. Pemerintah kini fokus pada mitigasi jangka panjang melalui kemitraan strategis dengan berbagai negara mitra demi menjaga stabilitas harga dan pasokan di dalam negeri.

Sumber: KOMPAS