Megapolitan

BYD Ungkap Penyebab Penjualan di Indonesia Anjlok

×

BYD Ungkap Penyebab Penjualan di Indonesia Anjlok

Sebarkan artikel ini
Booth BYD di PEVS 2024. (Foto: Gooto/Dimas Prassetyo)

JAKARTA, TINTAHIJAU.com — PT BYD Motor Indonesia menjelaskan penyebab turunnya penjualan wholesales (distribusi dari pabrik ke dealer) secara drastis pada Mei 2026. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia, BYD hanya mencatatkan distribusi 895 unit sepanjang bulan tersebut, menjadi angka terendah sejak merek asal China itu mulai mencatatkan penjualan di Indonesia pada Juni 2024.

Head of PR & Government Relations BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, mengatakan penurunan tersebut terjadi akibat proses peralihan sumber produksi dari kendaraan impor utuh (CBU) ke produksi lokal.

“Itu adalah dampak dari transisi production source kita, sebelumnya kita masih berbasis impor. Wholesales itu bagian dari penjualan principal kepada dealer,” ujar Luther.

Menurutnya, perusahaan saat ini tengah melakukan penyesuaian sistem pasokan seiring dimulainya produksi lokal untuk pasar Indonesia.

“Kita membenahi sistem supply dengan transisi dari barang CBU (impor utuh) ke produksi lokal. Sehingga ada sedikit shock di sisi angka, tapi itu akan normal kembali di bulan ini,” ungkapnya.

Dampak transisi tersebut juga memengaruhi performa sejumlah model andalan BYD. Pada Mei 2026, MPV listrik BYD M6 hanya mencatat distribusi 197 unit dan berada di posisi ke-12 mobil listrik terlaris nasional. Sementara BYD Atto 1 hanya membukukan 28 unit.

Luther mengakui penurunan itu merupakan konsekuensi dari proses perubahan basis produksi yang sedang berlangsung.

“Ya memang itu dampak dari transisi itu, mungkin itu bisa dibaca kenapa bisa ada shock, pengurangan yang cukup signifikan tersebut,” pungkasnya.