BANDUNG, TINTAHIJAU.com – Delapan dekade setelah Konferensi Asia Afrika menggema dari jantung Bandung, kota ini kembali menghidupkan ingatan kolektif melalui pameran sejarah yang menautkan masa lalu, masa kini, dan masa depan.
Pemerintah Kota Bandung resmi membuka pameran bertajuk Bandung Milestone di Micro Library Perpustakaan Asia Afrika, kawasan Alun-Alun Kota Bandung, Jumat (24/4/2026). Pameran ini digelar sebagai bagian dari peringatan 71 tahun Konferensi Asia Afrika.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan pameran tersebut menghadirkan arsip sejarah yang telah diolah dengan teknologi kecerdasan buatan (AI) serta melalui proses verifikasi oleh para ahli.
“Melalui pameran ini, masyarakat dapat menelusuri jejak perjuangan dan pergerakan kebangsaan yang berawal dari Bandung hingga mencapai puncaknya pada Konferensi Asia Afrika 1955,” ujar Farhan.
Ia menambahkan, penyelenggaraan pameran ini juga menjadi respons atas peluncuran buku foto dan pameran yang sebelumnya digelar Menteri Kebudayaan di Hotel Homann.
Menurut Farhan, Bandung memiliki peran strategis dalam sejarah nasional, di antaranya melalui peristiwa Bandung Lautan Api serta Konferensi Asia Afrika yang mempertemukan negara-negara berkembang dalam semangat solidaritas dan anti-kolonialisme.
Pameran ini turut menampilkan informasi mengenai tokoh-tokoh pergerakan nasional yang namanya diabadikan sebagai nama jalan di Kota Bandung, seperti Abdul Muis, Haji Juanda, dan Otto Iskandar di Nata.
“Pengunjung dapat mengetahui latar belakang serta kontribusi tokoh-tokoh tersebut dalam perjuangan kemerdekaan,” katanya.
Pameran Bandung Milestone terbuka untuk umum secara gratis hingga 16 Mei 2026.
Sementara itu, Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Bandung, Dewi Kenny Kaniasari, menyatakan pameran ini merupakan kelanjutan dari kegiatan serupa yang telah dilaksanakan pada September 2025.
“Pameran ini bertujuan mendokumentasikan perjalanan sejarah Kota Bandung, khususnya peristiwa-peristiwa penting yang berdampak bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurut Yudi Hamzah panita penyelenggara, pameran tersebut direncanakan menjadi agenda tahunan dengan tema yang berbeda. Setelah edisi April 2026, kegiatan serupa dijadwalkan kembali digelar pada September 2026.
Melalui Bandung Milestone, semangat yang pernah menyatukan bangsa-bangsa Asia dan Afrika kembali digaungkan bahwa dari Bandung, dunia pernah belajar tentang keberanian, solidaritas, dan harapan akan masa depan yang lebih setara.
Penulis: Kin Sanubary





