Pemerintahan

Inilah Lima Kebijakan Strategis Mendikdasmen di Hari Pendidikan Nasional 2026

×

Inilah Lima Kebijakan Strategis Mendikdasmen di Hari Pendidikan Nasional 2026

Sebarkan artikel ini
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Muti (Sumber: Tangkapan Layar YouTube Sekretariat Presiden)

BANYUWANGI, TINTAHIJAU.com — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, secara resmi menetapkan lima kebijakan strategis guna mewujudkan cita-cita ideal pendidikan nasional. Pengumuman ini disampaikan dalam pidato peringatan Hari Pendidikan Nasional yang digelar di Banyuwangi, Jawa Timur, pada Sabtu (2/5/2026).

Kebijakan pertama menitikberatkan pada pembangunan dan revitalisasi satuan pendidikan serta digitalisasi pembelajaran. Program ini merupakan salah satu hasil terbaik cepat (quick win) dari Presiden Prabowo Subianto. Abdul Mu’ti menegaskan bahwa lingkungan fisik yang nyaman adalah kunci motivasi belajar.

“Revitalisasi dan digitalisasi dimaksudkan agar pembelajaran berlangsung dalam lingkungan fisik yang nyaman dan sarana yang memadai,” ujar Abdul Mu’ti. Hingga tahun 2025, tercatat 16.167 sekolah telah direvitalisasi, dan lebih dari 288.000 sekolah telah dilengkapi papan interaktif digital.

Pilar kedua berfokus pada guru. Pemerintah berkomitmen meningkatkan kualifikasi dan kesejahteraan pendidik. Bagi guru yang belum menyandang gelar D4 atau S1, tersedia beasiswa Rp3.000.000 per semester. Targetnya, pada 2026, sebanyak 150.000 guru akan menerima manfaat ini melalui program rekognisi pembelajaran lampau di kampus yang memenuhi ketentuan kementerian terkait.

Tak hanya itu, kesejahteraan guru ditingkatkan melalui kenaikan tunjangan sertifikasi yang kini ditransfer langsung setiap bulan. Guru honorer pun tidak luput dari perhatian dengan pemberian insentif bulanan yang rutin guna menunjang profesionalisme mereka dalam bertugas.

Kebijakan ketiga mencakup penguatan karakter melalui budaya sekolah yang “Asri, Aman, Sehat, Resik, dan Indah” (AASRI), sesuai arahan Presiden. Program pendukung seperti ‘7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat’, makan bergizi gratis, pagi ceria, upacara bendera, hingga wajib Pramuka diterapkan untuk membangun jiwa kepemimpinan dan karakter melalui experiential learning.

Keempat, Kemendikdasmen menggenjot kualitas pembelajaran melalui gerakan literasi, numerasi, serta gerakan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics). Abdul Mu’ti juga memperkenalkan Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai alat evaluasi mutu pendidikan sekaligus salah satu aspek penilaian untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi.

Menutup paparannya, kebijakan kelima menekankan akses pendidikan yang luas, murah, dan fleksibel. Pemerintah menjamin layanan bagi anak-anak berkebutuhan khusus serta mereka yang terkendala ekonomi, domisili, maupun keamanan melalui jalur nonformal dan pembelajaran jarak jauh. Hal ini ditegaskan sebagai komitmen untuk memberikan pendidikan bermutu bagi seluruh anak bangsa tanpa terkecuali.

Sumber: KOMPAS.tv