Megapolitan

Karangan Bunga Penuhi Lokasi Kecelakaan Kereta di Bekasi

×

Karangan Bunga Penuhi Lokasi Kecelakaan Kereta di Bekasi

Sebarkan artikel ini
Bunga di Stasiun Bekasi Timur, Kenang 16 Korban Insiden Kecelakaan Kereta (Kurniawan/detikcom)

BEKASI, TINTAHIJAU.com — Suasana haru menyelimuti Lantai 2 Stasiun Bekasi Timur sejak Kamis (30/4/2026). Ratusan karangan bunga dan buket duka cita tampak memenuhi area di depan mesin sensor tiket (tap gate), menciptakan pemandangan yang menyentuh hati setiap penumpang yang melintas.

Aksi tabur bunga dan pengiriman karangan bunga ini merupakan bentuk belasungkawa masyarakat atas tragedi kecelakaan hebat yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line pada Senin (27/4) lalu. Insiden memilukan tersebut merenggut 16 nyawa, yang seluruhnya merupakan perempuan, serta menyebabkan 90 orang lainnya luka-luka.

Berdasarkan pantauan di lokasi, deretan bunga tersebut disertai dengan kartu-kartu doa dan foto ke-16 korban jiwa. Unggahan viral dari akun TikTok @Ra**** memperlihatkan pesan-pesan mendalam yang tertulis di antara kelopak bunga.

“Semoga para korban mendapat tempat terbaik dan keluarga yang ditinggalkan dikuatkan dengan ketabahan,” tulis salah satu pesan di karangan bunga tersebut.

Banyak penumpang KRL sengaja berhenti sejenak untuk memanjatkan doa atau sekadar memberikan penghormatan terakhir. Kehadiran foto para korban di lokasi semakin menambah suasana duka yang mendalam di stasiun tersebut.

Kecelakaan maut ini bermula pada Senin lalu, ketika sebuah rangkaian KRL relasi Bekasi-Cikarang bertabrakan dengan satu unit taksi daring di perlintasan sebidang JPL 85. Akibat tabrakan awal tersebut, rangkaian KRL mengalami kerusakan dan harus dievakuasi dengan status Perjalanan Luar Biasa (PLB) berkode 5181.

Situasi darurat tersebut memaksa petugas untuk menghentikan rangkaian KRL lain, yakni PLB 5568 tujuan Cikarang, di peron Stasiun Bekasi Timur demi keamanan jalur.

Namun, di saat yang bersamaan, melaju KA Argo Bromo Anggrek (KA 4) relasi Jakarta-Surabaya. Karena jarak yang sudah terlalu dekat, rangkaian kereta eksekutif tersebut tidak sempat berhenti sepenuhnya hingga akhirnya menghantam rangkaian KRL PLB 5568 yang sedang berhenti di peron.

Hingga saat ini, area Stasiun Bekasi Timur masih terus didatangi warga yang ingin menyampaikan simpati, sementara pihak berwenang terus melakukan audit keselamatan pasca-insiden yang menjadi salah satu duka terdalam bagi dunia perkeretaapian tanah air tahun ini.

Sumber: KOMPAS