Megapolitan

Bareskrim Buru Bos Besar Sindikat Judi Online Hayam Wuruk

×

Bareskrim Buru Bos Besar Sindikat Judi Online Hayam Wuruk

Sebarkan artikel ini
Foto: Personel Brimob Polda Metro Jaya mengamankan markas judi online dan penipuan internasional di Hayam Wuruk (dok. Istimewa)

JAKARTA, TINTAHIJAU.com — Bareskrim Polri melakukan penggerebekan besar-besaran terhadap markas judi online (judol) yang beroperasi di sebuah gedung di Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Barat. Sebanyak 321 warga negara asing (WNA) diringkus saat sedang mengoperasikan situs perjudian lintas negara.

Para pelaku didominasi oleh warga negara Vietnam (228 orang), disusul China (57), Myanmar (13), Laos (11), Thailand (5), serta Malaysia dan Kamboja masing-masing 3 orang. Polisi mengungkapkan bahwa mereka masuk ke Indonesia menggunakan visa wisata dan telah melampaui batas izin tinggal (overstay).

“Para pelaku kami tangkap dalam keadaan tertangkap tangan, dalam arti para pelaku sedang melakukan operasional ataupun kegiatan daripada judi online,” kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Wira Satya Triputra, seperti yang dikutip dari laman detikcom, Minggu (10/5/2026).

Meskipun ratusan orang telah diamankan, Polri menegaskan bahwa mereka yang tertangkap hanya berada di level pekerja dan koordinator. Fokus penyelidikan kini beralih pada pengejaran aktor intelektual atau bos di balik sindikat ini.

“Kita tetap berkomitmen untuk melakukan pengusutan sampai dengan ke atasnya. Yang sekarang ini hanya ada taraf sebagai koordinator dari masing-masing jenis pekerjaan yang mereka, atau peran daripada mereka para pelaku ini,” ujar Wira.

Markas yang telah beroperasi selama dua bulan ini menyewa lantai gedung khusus untuk operasional digital, sementara para pelaku tinggal di apartemen sekitar lokasi. Menanggapi fenomena ini, Sekretaris NCB Interpol Indonesia Divhubinter Polri, Brigjen Untung Widyatmoko, mengusulkan pembentukan satgas khusus (task force) lintas instansi.

“Jika dibiarkan, jika hanya Polri saja yang melakukan aksi, tentunya tidak akan efektif. Kita perlu duduk bersama melakukan konsolidasi untuk pembentukan task force,” tegas Untung.