SUBANG, TINTAHIJAU.com – Malam bagi seorang Muslim bukan hanya waktu untuk melepas lelah. Di balik sunyinya malam, ada banyak pintu langit yang terbuka, doa-doa yang diijabah, dan ketenangan yang sulit dijelaskan dengan kata-kata.
Karena itu, orang-orang saleh sejak dahulu menjadikan malam sebagai waktu terbaik untuk mendekat kepada Allah.
Namun, tidak sedikit yang masih bingung tentang urutan sholat malam. Ada yang langsung tahajud, ada yang menutup witir di awal, bahkan ada yang belum memahami mana yang lebih utama didahulukan.
Padahal, memahami urutan sholat malam bisa membantu ibadah menjadi lebih tertata dan khusyuk.
Berikut urutan sholat malam yang umum dianjurkan dan sering diamalkan para ulama.
1. Sholat Ba’diyah Isya
Setelah menunaikan sholat Isya, dianjurkan mengerjakan sholat sunnah ba’diyah dua rakaat. Meski terlihat ringan, amalan ini termasuk sunnah yang rutin dilakukan Rasulullah SAW.
Sholat ini menjadi pembuka malam yang baik sebelum seorang Muslim melanjutkan ibadah lainnya atau beristirahat.
2. Sholat Taubat
Jika hati terasa penuh dosa dan ingin kembali kepada Allah, sholat taubat bisa menjadi pilihan pertama di malam hari. Dua rakaat yang dilakukan dengan penuh penyesalan sering kali menghadirkan ketenangan luar biasa.
Malam memang waktu terbaik untuk menangis di hadapan Allah tanpa diketahui siapa pun.
3. Sholat Hajat
Saat memiliki keinginan, kebutuhan hidup, atau persoalan berat, seorang Muslim dianjurkan memperbanyak doa dan sholat hajat. Waktu malam membuat doa terasa lebih dekat dan lebih khusyuk.
Banyak orang saleh menjadikan sepertiga malam sebagai waktu mengadukan segala kesulitan hidup hanya kepada Allah.
4. Sholat Tahajud
Inilah ibadah malam yang paling dikenal. Tahajud dilakukan setelah tidur, meski hanya sebentar. Bahkan bangun beberapa menit sebelum Subuh untuk tahajud sudah termasuk kemuliaan besar.
Allah memuji hamba-hamba yang meninggalkan tempat tidurnya demi beribadah di malam hari. Karena itu, tahajud sering disebut sebagai jalan mendekatkan diri kepada Allah dan pembuka kemudahan hidup.
Jumlah rakaatnya tidak dibatasi, namun yang paling penting adalah keikhlasan dan kekhusyukan.
5. Membaca Doa dan Istighfar
Setelah tahajud, jangan terburu-buru tidur atau selesai begitu saja. Perbanyak istighfar, dzikir, dan doa. Dalam banyak keterangan ulama, waktu menjelang Subuh adalah salah satu waktu mustajab.
Kadang bukan panjangnya doa yang membuat langit terbuka, tetapi hati yang benar-benar berserah.
6. Sholat Witir
Witir menjadi penutup seluruh sholat malam. Rasulullah SAW menganjurkan menjadikan witir sebagai akhir ibadah malam.
Jumlah rakaat witir bisa satu, tiga, lima, atau lebih dengan bilangan ganjil. Karena itu, banyak ulama menyarankan agar witir tidak dilakukan terlalu awal jika masih ingin tahajud di akhir malam.
Sholat malam sejatinya bukan tentang banyaknya rakaat, melainkan tentang kedekatan hati kepada Allah. Meski hanya dua rakaat di tengah rasa kantuk, bisa jadi itulah amalan yang paling dicintai-Nya.
Sebab di saat banyak manusia terlelap, ada hamba yang diam-diam mengetuk pintu langit.





