Ragam

Jejak Diplomasi Bung Karno Abadi di Italia, Patung Presiden Pertama RI Diresmikan di Roma

×

Jejak Diplomasi Bung Karno Abadi di Italia, Patung Presiden Pertama RI Diresmikan di Roma

Sebarkan artikel ini
Puan Maharani Resmikan Patung Bung Karno di KBRI Roma, Tegaskan Pentingnya Pancasila di Perantauan (Sumber: KBRI Roma)

ROMA, TINTAHIJAU.com — Momentum bersejarah terjadi di ibu kota Italia tepat pada peringatan Hari Lahir Pancasila, 1 Juni 2026. Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Roma secara resmi meresmikan patung Presiden Pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno. Kehadiran patung ini menjadi simbol abadi penghormatan atas warisan diplomasi serta visi global sang Proklamator.

Rangkaian acara yang sarat akan makna kebangsaan ini digelar di lingkungan Wisma Duta KBRI Roma. Bertindak sebagai Inspektur Upacara Hari Lahir Pancasila sekaligus yang meresmikan patung tersebut adalah Ketua DPR RI, Puan Maharani.

Suasana khidmat dan nasionalisme terasa kental di jantung kota Roma ketika bendera Merah Putih dikibarkan oleh tiga perwakilan masyarakat Indonesia dari berbagai daerah, yakni Adeline Drelia Valentina Dotulung (Sulawesi Utara), Barrata Persada Putra Alam (Jawaba Barat), dan Daffa Khairi Pratama (Lampung). Kehadiran ketiganya menjadi simbol pemersatu bangsa yang kokoh meski berada jauh dari Tanah Air.

Acara seremonial ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dari Indonesia dan Italia. Di antaranya adalah Duta Besar RI untuk Italia, Prof. Dr. Junimart Girsang; Duta Besar RI untuk Takhta Suci Vatikan; pejabat Pemerintah Italia; Ketua Parlemen Italia; serta sejumlah Duta Besar dari negara-negara ASEAN.

Selain itu, delegasi Komisi I DPR RI juga tampak hadir, termasuk para Wakil Ketua Komisi I seperti Budi Djiwandono, Anton Sukartono Surato, dan Sukamta. Anggota Komisi I lainnya seperti Rudianto Tjen, Junico Siahaan, Abraham Sridjaja, Andina Theresia Narang, Syamsu Rizal, dan Desy Ratnasari turut menyaksikan momen bersejarah ini bersama elemen masyarakat Indonesia, diaspora, serta Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Italia.

Patung berbahan perunggu tersebut berdiri tegak di halaman Wisma Duta, menampilkan pose ikonik Bung Karno yang sedang memberikan penghormatan dengan pakaian dinas resmi dan tatapan lurus ke depan. Karya seni ini memancarkan karakter kepemimpinan Soekarno yang kuat, tegas, dan berani di panggung internasional.

Dipilihnya lokasi ini bukan tanpa alasan sejarah. Gedung KBRI Roma di Via Campania 55 serta Wisma Duta di Via Piemonte 123 merupakan aset negara yang diakuisisi langsung atas arahan Presiden Soekarno dan resmi menjadi milik Pemerintah Indonesia pada Januari 1956. Langkah ini merupakan bagian dari visi besar Bung Karno untuk menempatkan representasi Indonesia di lokasi strategis berbagai ibu kota penting dunia.

Tak lama setelah akuisisi tersebut, tepatnya pada 10-13 Juni 1956, Bung Karno melakukan kunjungan kenegaraan pertamanya ke Italia dan disambut oleh Presiden Italia Giovanni Gronchi di Istana Quirinale. Dalam lawatan itu, Bung Karno juga mengunjungi Vatikan untuk bertemu Paus Pius XII dan menerima penghargaan tertinggi Grand Cross of the Pian Order. Hubungan diplomatik erat ini berlanjut lewat kunjungan berikutnya pada tahun 1959 dan 1964 saat ia diterima oleh Paus Yohanes XXIII dan Paus Paulus VI.

Dalam sambutannya, Duta Besar RI untuk Italia, Prof. Dr. Junimart Girsang, menegaskan bahwa semangat politik luar negeri bebas aktif yang diwariskan Soekarno tetap menjadi kompas diplomasi Indonesia hari ini.

“Bung Karno mengajarkan kita bahwa diplomasi yang kuat lahir dari keberanian visi dan keyakinan diri sebagai bangsa. Semoga patung ini menginspirasi setiap diplomat dan warga Indonesia untuk terus membawa api perjuangan yang sama,” ujar Dubes Junimart.

Senada dengan hal itu, Ketua DPR RI Puan Maharani memberikan pesan mendalam bagi warga perantauan. “Kepada KBRI Roma dan seluruh warga negara Indonesia di Italia, tetaplah menaruh Pancasila di hati masing-masing. Pancasila adalah bagian dari identitas kita sebagai bangsa Indonesia, di mana pun kita berada,” tegas Puan.

Harapan besar juga disuarakan oleh generasi muda. Dimas Prasetia, perwakilan diaspora dan mahasiswa Indonesia di Italia, menyatakan bahwa peresmian ini menjadi pengingat bagi generasi penerus untuk berani bermimpi besar bagi Indonesia di kancah global.

Ada kebanggaan tersendiri di balik mahakarya perunggu Bung Karno ini. Patung tersebut merupakan hasil kerajinan tangan dari Gusti Dipa Art Gallery, sebuah pelaku usaha seni rupa menengah kecil (UMKM) asal Indonesia yang telah berpengalaman lebih dari 30 tahun dan beroperasi di Bantul (Yogyakarta) serta Bekasi.

Langkah KBRI Roma menunjuk UMKM lokal dalam proyek ini menuai apresiasi tinggi sebagai bentuk nyata dukungan terhadap industri kreatif nasional sekaligus memperkuat esensi diplomasi budaya Indonesia di mata dunia.