Pemerintahan

Genjot PAD dan Cegah Kebocoran, Sumedang Uji Coba Bayar Parkir Pakai QRIS

×

Genjot PAD dan Cegah Kebocoran, Sumedang Uji Coba Bayar Parkir Pakai QRIS

Sebarkan artikel ini

SUMEDANG, TINTAHIJAU.com — Pemerintah Kabupaten Sumedang resmi memulai uji coba penerapan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai metode pembayaran tarif parkir non-tunai pada Jumat (15/5/2026). Langkah digitalisasi ini diambil guna meminimalisasi potensi kebocoran sekaligus mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi parkir.

Sebagai langkah awal, uji coba diterapkan kepada dua juru parkir yang bertugas di Jalan Mayor Abdurahman, tepatnya di kawasan depan Rumah Makan Tahu Palasari. Sebelumnya, Dinas Perhubungan (Dishub) Sumedang telah menggelar tahapan aktivasi dan sosialisasi di Terminal Tipe A Ciakar pada Selasa (12/5/2026), yang mencakup pendataan angkutan umum hingga pemasangan QRIS pada armada angkutan.

Kepala Dishub Sumedang, Herman Suwandi, menjelaskan bahwa metode non-tunai ini akan dievaluasi terlebih dahulu sebelum disebarluaskan ke seluruh juru parkir di wilayah Sumedang.

“Kalau masyarakat ternyata banyak yang tertarik menggunakan QRIS untuk pembayaran parkir, maka ke depan pola ini akan diterapkan juga kepada seluruh juru parkir,” ujarnya, Jumat (15/5/2026).

Selain untuk transparansi anggaran daerah, inovasi ini juga dirancang untuk mempermudah pengendara yang sering kali terkendala masalah uang kembalian.

“Jadi, ketika pengguna jasa parkir tidak membawa uang tunai atau tidak memiliki uang receh, mereka tetap bisa melakukan pembayaran melalui QRIS,” kata Herman.

Melalui uji coba ini, Dishub Sumedang optimistis tata kelola retribusi akan menjadi lebih tertib dan transparan.

“Kalau pembayaran dilakukan menggunakan QRIS, kami optimistis pendapatan dari sektor retribusi parkir bisa lebih meningkat. Mudah-mudahan langkah ini bisa memberikan kemudahan sekaligus kepuasan bagi masyarakat,” tuturnya.

Sumber: Pikiran-Rakyat