JAKARTA, TINTAHIJAU.com — Badan Gizi Nasional (BGN) terus memperketat pengawasan dan meningkatkan kualitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di seluruh wilayah Indonesia. Langkah tegas ini diambil sebagai tindak lanjut langsung dari instruksi Presiden untuk memastikan keamanan dan mutu layanan bagi para peserta didik penerima manfaat.
Sebagai bagian dari evaluasi dan pengetatan standar operasional, BGN mencatat sebanyak 4.581 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sempat dihentikan sementara operasionalnya sejak awal 2025 hingga Mei 2026. Kebijakan ini diambil agar seluruh satuan pelayanan tersebut dapat menjalani proses peningkatan kualitas.
Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, menegaskan bahwa langkah penghentian sementara ini bukan bertujuan untuk memutus kemitraan, melainkan demi melakukan pembenahan menyeluruh demi menjaga mutu program nasional tersebut.
“Tidak ada kompromi terhadap standar kualitas Program MBG. Seluruh SPPG wajib memenuhi ketentuan yang telah ditetapkan agar layanan yang diberikan benar-benar aman, sehat, dan berkualitas bagi masyarakat,” ujar Dadan dalam pernyataannya, Senin (25/5/2026).
Ribuan SPPG Mulai Kembali Beroperasi
Berdasarkan data terbaru dari Badan Gizi Nasional, proses pembenahan massal ini menunjukkan progres yang signifikan. Dari total 4.581 SPPG yang sempat dibekukan sementara, mayoritas di antaranya kini sudah kembali melayani masyarakat.
- 3.429 SPPG dinyatakan telah menyelesaikan proses perbaikan dan diizinkan kembali beroperasi dengan kualitas layanan yang lebih baik.
- 1.152 SPPG sisanya hingga saat ini masih menjalani proses pembenahan serta penyesuaian standar operasional.
Dadan membeberkan, pemberian Surat Peringatan (SP) dan penghentian sementara tersebut dipicu oleh sejumlah pelanggaran standar fasilitas. Di antaranya:
- Infrastruktur yang belum memadai.
- Belum tersedianya Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
- Belum dilakukannya pendaftaran Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
“SPPG yang telah melakukan pembenahan dan memenuhi seluruh standar akan diberikan kesempatan untuk kembali beroperasi. Kami ingin memastikan kualitas program terus meningkat dari waktu ke waktu,” ujarnya.
Tetap Rangkul Mitra Lokal
Meski menerapkan aturan ketat, Dadan memastikan pemerintah tidak menutup mata terhadap kontribusi para mitra lokal. Ia menekankan bahwa SPPG yang kini tengah dalam masa perbaikan adalah pihak-pihak yang telah berjasa besar pada tahap awal peluncuran Program Makan Bergizi Gratis.
Oleh karena itu, Badan Gizi Nasional tetap memberikan ruang dan pendampingan agar para mitra dapat kembali berkontribusi setelah standar kualitas terbaru mereka terpenuhi.
“Kami menghargai kontribusi para mitra SPPG sejak awal program berjalan. Karena itu, proses pembinaan dan perbaikan dilakukan agar mereka dapat kembali beroperasi dengan kualitas layanan yang lebih baik dan sesuai standar nasional,” pungkas Dadan.
Sebagai informasi tambahan dalam penguatan pengawasan ini, BGN juga telah meluncurkan Aplikasi Reviu MBG yang melibatkan guru dan Posyandu untuk ikut serta menilai kualitas makanan di lapangan.





