SUBANG, TINTAHIJAU.COM – Rendahnya realisasi serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Subang Tahun 2026 memicu kemarahan Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi. Hingga akhir Juni, serapan APBD baru mencapai 33,12 persen.
Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita Budi Raemi yang akrab disapa Kang Rey itu mengancam akan menahan (hold) anggaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dinilai lambat merealisasikan program dan kegiatan.
“Kemarin saya sudah sampaikan ini. Dinas yang sampai hari ini serapannya masih kecil, anggarannya saya hold semua,” tegas Kang Rey.
Pernyataan itu disampaikan sebagai bentuk evaluasi terhadap kinerja OPD yang dinilai belum maksimal dalam mengeksekusi program meski telah mendapatkan alokasi anggaran yang cukup besar.
Bahkan, Kang Rey melontarkan sindiran keras kepada OPD yang belum mampu mempercepat penyerapan anggaran.
“Dinasnya saya hold. Mangga ngerokok, saberesna, enggak usah mikiran anggaran,” tegas Rey setengah berkelakar.
Menurutnya, rendahnya serapan anggaran tidak bisa terus dibiarkan karena berpotensi menghambat pelaksanaan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.
“Kalau saya sudah kasih amanah, anggaran segitu besarnya tapi tidak bisa mengeksekusinya, berarti ada yang salah dan kita akan tindak tegas,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Perbendaharaan Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Subang, Budhi Purnama, S.E., mengungkapkan hingga akhir Juni 2026 realisasi serapan APBD baru berada di angka 33,12 persen.
“Serapan anggaran masih di angka 33,12 persen ya,” kata Budhi, Kamis (25/6/2026).
Data BKAD menunjukkan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) menjadi OPD dengan serapan tertinggi sebesar 50,39 persen, disusul Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Energi dan Sumber Daya Mineral sebesar 49,24 persen serta Dinas Kearsipan dan Perpustakaan sebesar 47,80 persen.
Sebaliknya, tiga OPD dengan serapan terendah adalah Dinas Sosial sebesar 27,87 persen, Dinas Kesehatan sebesar 21,29 persen, dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) yang baru merealisasikan 8,82 persen anggarannya.
Rendahnya serapan APBD di pertengahan tahun ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi Pemerintah Kabupaten Subang. Ancaman hold anggaran dari Bupati menjadi sinyal kuat bahwa percepatan realisasi program kini menjadi ukuran utama dalam evaluasi kinerja OPD.





