KARANGANYAR, TINTAHIJAU.com — Sejumlah warga di Karanganyar dan Klaten, Jawa Tengah, ramai-ramai mengembalikan paket minyak goreng subsidi, MinyaKita, yang mereka terima dari program bantuan pangan gratis pemerintah. Pasalnya, minyak goreng tersebut dikeluhkan memiliki kondisi yang tidak wajar dan berbau menyengat mirip bahan bakar solar.
Para penerima manfaat melaporkan bahwa MinyaKita yang mereka dapatkan kali ini berwarna lebih pekat dari biasanya dan mengeluarkan aroma solar yang tajam. Bahkan, salah seorang warga yang sempat menggunakan minyak tersebut untuk memasak mengaku langsung mengalami gejala sakit di tenggorokan.
Puluhan Ribu Liter Minyak Ditarik
Merespons gelombang keluhan dari masyarakat tersebut, pihak produsen MinyaKita bersama Perum Bulog langsung mengambil tindakan cepat. Mereka memutuskan untuk menarik seluruh pasokan MinyaKita yang telah telanjur didistribusikan kepada warga di wilayah terdampak.
Di Klaten sendiri, tercatat total ada sebanyak 24 ribu liter MinyaKita yang sempat disalurkan kepada masyarakat sebelum akhirnya ditarik kembali oleh petugas.
Diketahui, paket MinyaKita tersebut merupakan bagian dari program bantuan pangan gratis pemerintah untuk periode April, Mei, dan Juni 2026.
Menindaklanjuti situasi ini, pihak berwenang memastikan bahwa seluruh MinyaKita yang bermasalah dan telah ditarik dari tangan warga akan segera diganti dengan stok MinyaKita yang baru dan layak konsumsi.




