Megapolitan

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Serahkan Uang Sayembara Penangkapan Taufik ke Keluarga Korban YTR

×

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Serahkan Uang Sayembara Penangkapan Taufik ke Keluarga Korban YTR

Sebarkan artikel ini

BANDUNG, TINTAHIJAU.com — Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, resmi menyerahkan uang sayembara terkait penangkapan Taufik kepada pihak keluarga korban berinisial YTR. YTR merupakan seorang wanita yang menjadi korban penganiayaan tragis selama kurun waktu tiga tahun.

Hadiah sayembara ini pada awalnya dijanjikan bagi siapa saja dari masyarakat umum yang berhasil menangkap atau memberikan informasi valid mengenai keberadaan tersangka, Taufik Hidayat (30), yang sempat menjadi buron. Namun, karena Taufik akhirnya berhasil diringkus langsung oleh jajaran kepolisian dari Polda Jabar, uang tersebut dialihkan untuk membantu pihak keluarga korban

Penyerahan dana tersebut diumumkan langsung oleh Dedi Mulyadi dalam sebuah konferensi pers yang digelar di Kota Bandung pada Sabtu (26/6/2026).

Keputusan pengalihan uang sayembara ini diambil setelah KDM berkomunikasi dengan Kapolda Jabar. Mengingat institusi kepolisian tidak mungkin menerima hadiah uang tersebut, disepakati agar dana tersebut diserahkan kepada keluarga korban sebagai bentuk dukungan materiil untuk masa depan.

“Pak Kapolda telepon saya kan tidak mungkin Polda Jabar menerima sayembara sehingga meminta kepada saya, sudah nanti kita serahkan kepada keluarga korban untuk bekal masa depannya,” kata KDM saat konferensi pers, Jumat (26/6).

Proses penyerahan uang Rp250 juta dilakukan secara simbolis oleh Kapolda Jabar Irjen Pol Rudi Setiawan kepada kakak kandung korban YTR, dengan disaksikan langsung oleh KDM.

Dalam kesempatan yang sama, KDM juga menyampaikan apresiasinya sekaligus kelakar bagi warga yang sempat mengetahui keberadaan pelaku namun ragu bertindak.

“Saya ucapkan terima kasih, mohon maaf bagi masyarakat yang tidak berani untuk melaporkan secara resmi sehingga tidak kebagian Rp 250 juta,” ujar KDM.

Meski tidak jatuh ke tangan warga, KDM menerangkan bahwa pengumuman sayembara ratusan juta tersebut terbukti efektif dalam mempersempit ruang gerak Taufik Hidayat selama pelariannya. Sayembara ini berhasil memberikan tekanan psikologis yang besar bagi tersangka.

“Berdasarkan penjelasan Pak Kapolda sayembara ini memiliki efek psikologi terhadap tersangka, yaitu dia pergi kemanapun merasa banyak yang mengawasi dan merasa kebingungan maka dia balik lagi ke Bandung. Setelah di Bandung akhirnya bisa tertangkap,” tutur KDM.