Majalengka, TINTAHIJAU.COM – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tidak hanya berkontribusi terhadap pemenuhan gizi pelajar, tetapi juga menjadi salah satu penyerap tenaga kerja terbesar di Kabupaten Majalengka.
Berdasarkan data yang dihimpun mantan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kabupaten Majalengka, Iding Jaenudin, saat ini terdapat 150 dapur SPPG yang aktif beroperasi dari total 163 dapur yang telah dibangun. Sebanyak sembilan dapur belum beroperasi, sementara empat lainnya telah menghentikan operasional.
Dengan rata-rata 49 pekerja di setiap dapur, jumlah tenaga kerja yang terserap diperkirakan mencapai sekitar 7.350 orang.
”Kalau satu SPPG mempekerjakan sekitar 49 orang, berarti ada sekitar 7.350 orang yang bekerja di dapur-dapur SPPG yang saat ini masih aktif,” kata Iding.
Menurutnya, angka tersebut menunjukkan program MBG telah memberikan dampak nyata terhadap penciptaan lapangan kerja di Majalengka dalam waktu relatif singkat. Selain menyerap ribuan tenaga kerja, operasional dapur SPPG turut menggerakkan perekonomian lokal.
Kebutuhan bahan baku setiap hari dipasok oleh petani, peternak, pedagang pasar, distributor, hingga pelaku UMKM, sehingga menciptakan efek berganda terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.
Iding menyebut, sebelum adanya informasi penyesuaian aturan pengupahan, rata-rata pekerja memperoleh gaji sekitar Rp2,6 juta per bulan. Namun, nominal tersebut diperkirakan akan disesuaikan menjadi sekitar Rp2,2 juta per bulan.
Meski demikian, keberadaan program ini tetap menjadi harapan bagi masyarakat yang selama ini kesulitan memperoleh pekerjaan.
Hal itu diakui Erik Diana, salah seorang pekerja dapur SPPG di Majalengka. Ia mengaku bersyukur dapat bekerja melalui program MBG. ”Alhamdulillah sangat membantu. Di Majalengka, untuk laki-laki mencari pekerjaan memang susah,” ujarnya.
Iding berharap operasional dapur-dapur SPPG dapat terus dipertahankan agar manfaat program tidak hanya dirasakan oleh siswa penerima makanan bergizi, tetapi juga ribuan keluarga yang menggantungkan penghasilan dari sektor tersebut.
“Program ini bukan hanya menyediakan makanan bergizi bagi anak-anak, tetapi juga menjadi sumber penghidupan bagi ribuan keluarga di Kabupaten Majalengka,” pungkasnya.





