JAKARTA, TINTAHIJAU.com – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berkomitmen mempercepat proyek elektrifikasi jalur rel lintas Cikarang – Cikampek. Langkah ini dilakukan guna mendukung perpanjangan rute Kereta Rel Listrik (KRL) Jabodetabek, sekaligus memangkas waktu tempuh perjalanan menuju Jakarta maupun sebaliknya.
Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub, Allan Tandiono, menjelaskan bahwa kehadiran KRL Cikarang – Cikampek akan meningkatkan kapasitas layanan mobilitas warga. Operasional armada ini dinilai jauh lebih efektif dibanding KA Lokal Walahar dan Jatiluhur yang saat ini melintasi Stasiun Lemahabang, Kedunggedeh, Karawang, Klari, Kosambi, hingga Dawuan.
“Mengenai perpanjangan KRL Jabodetabek Cikarang menuju Cikampek, elektrifikasi ini kami sudah diskusi dengan PT. Kereta Api Indonesia (KAI),” kata Allan di Jakarta, seperti yang dikutip dari laman PRFMNews, Selasa (30/6/2026).
Guna merealisasikannya, penyusunan langkah taktis kini tengah digarap bersama oleh PT KAI, PT PLN, dan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BP Danantara).
“Dan kita akan percepat segala sesuatu,” ucap Allan.
Proyek akselerasi ini didorong oleh tingginya kebutuhan masyarakat di wilayah Cikampek dan sekitarnya akan transportasi massal yang cepat, nyaman, dan terintegrasi menuju ibu kota. Saat ini, KRL belum bisa beroperasi penuh hingga Cikampek karena jalurnya belum dilengkapi infrastruktur traksi listrik.
“Kita akan dorong karena memang banyak masyarakat sekitar yang meminta pelayanan ini, karena diharapkan dengan adanya elektrifikasi dengan kereta rel listrik waktu tempuh dari rumah di sekitaran sana menuju tengah Kota Jakarta akan lebih cepat,” ungkap Allan.
Di sisi lain, Allan juga menyoroti upaya pemerintah dalam mengatasi kepadatan penumpang di rute lain, seperti peningkatan elektrifikasi pada Green Line Tanah Abang-Rangkasbitung.
“Seperti yang disampaikan oleh KAI, jam sibuk itu bahkan kapasitasnya (yang terisi) sampai 161 persen. Jadi ini memang isu yang perlu segera kita carikan solusinya,” kata dia.
Melalui peningkatan sistem traksi listrik di Green Line, rangkaian KRL nantinya dapat dibuat lebih panjang demi mendongkrak kapasitas angkut. Selain itu, Kemenhub turut memacu pembangunan jalur ganda ganda atau double-double track (DDT) untuk memisahkan jalur kereta jarak jauh dengan jalur KRL, sehingga operasional kereta ke depan menjadi lebih lancar, aman, dan tepat waktu.





