Megapolitan

APER Subang: Program MBG Serap Ribuan Tenaga Kerja, Relawan Khawatir Jika Dihentikan

×

APER Subang: Program MBG Serap Ribuan Tenaga Kerja, Relawan Khawatir Jika Dihentikan

Sebarkan artikel ini

SUBANG, TINTAHIJAU.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai tidak hanya memberikan manfaat pada sektor pendidikan dan kesehatan, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi masyarakat. Di Kabupaten Subang, program tersebut disebut telah menciptakan ribuan lapangan kerja melalui operasional Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG).

Ketua Aliansi Penggerak Ekonomi Rakyat (APER) Kabupaten Subang, Haris Rismawan, mengatakan keberadaan ratusan SPPG di Subang telah membuka peluang kerja bagi masyarakat lokal, mulai dari relawan, tenaga pengolahan makanan, distribusi, hingga pemasok kebutuhan pangan.

“Di Subang itu kan ada 157 SPPG (Satuan Pelayanan Program Gizi), dikali 50 ya, udah ada hampir sekitar 7.850 orang lebih. Total relawan hampir 7.8400 lebih ya di SPPG,” urai Haris saat memberikan keterangan di lokasi acara.

Menurut Haris, efek berganda (multiplier effect) dari program MBG mulai dirasakan masyarakat. Selain menyerap tenaga kerja, aktivitas dapur MBG juga menggerakkan usaha kecil dan rantai pasok pangan di daerah.

Karena itu, APER berharap program tersebut dapat terus berjalan secara berkesinambungan. Penghentian program, menurutnya, berpotensi mengganggu sumber pendapatan ribuan warga yang selama ini bergantung pada ekosistem MBG.

“Ini program sangat bermanfaat, bagus. Banyak masyarakat-masyarakat kecil yang tertolong. Kalau MBG ini diberhentikan, nasib-nasib relawan gimana? Mereka akan menganggur lagi. Kan ini program ini betul-betul menciptakan lapangan pekerjaan sangat banyak,” tegasnya.

Manfaat ekonomi program itu juga dirasakan Nur Komalawati, warga Subang yang kini bekerja sebagai tenaga pengolahan makanan di salah satu dapur MBG. Baginya, program tersebut menjadi peluang memperoleh pekerjaan yang sebelumnya sulit didapatkan.

“Karena MBG menurut saya sangat luar biasa, membantu masyarakat yang miskin, yang tidak bisa bekerja jadi bisa kerja,” aku Nur Komalawati dengan penuh rasa syukur.

Meski saat ini operasional dapur MBG sedang berhenti sementara, Nur berharap aktivitas tersebut segera kembali berjalan agar para pekerja dapat kembali beraktivitas.

“Ya alhamdulillah, saya bagian pengolahan. Perasaannya (saat program libur) ya biasa saja tapi kangen saya, terus terang. Saya ingin kembali lagi ke dapur, kangen kerja lagi,” tuturnya.

APER menilai keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis memiliki nilai strategis bagi perekonomian daerah. Selain meningkatkan kualitas gizi anak, program ini juga menciptakan lapangan kerja baru, memperkuat perputaran ekonomi lokal, dan menjadi sumber penghasilan bagi ribuan masyarakat yang terlibat dalam rantai pelaksanaannya.