SUBANG, TINTAHIJAU.com – Baru dilantik sebagai Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Subang, Apud Setiawan langsung menyusun langkah awal untuk memperkuat kinerja organisasi.
Konsolidasi internal menjadi prioritas utamanya sebelum mengawal berbagai program strategis di sektor pendidikan.
Menurut Apud, sekretariat memiliki peran penting dalam memastikan seluruh roda organisasi berjalan dengan baik. Ia mengibaratkan posisi Sekdis layaknya seorang ibu rumah tangga yang mengatur berbagai kebutuhan internal agar seluruh bidang dapat bekerja secara optimal.
“Karena ini pertama kali, mungkin saya akan melakukan konsolidasi ke dalam dulu di sekretariat. Ibarat kalau rumah tangga mah, saya itu ibu rumah tangganya. Jadi pastinya konsolidasi di dalam, internal dulu lah,” ujar Apud usai dilantik, Jumat (3/7/2026).
Ia mengatakan, konsolidasi akan dilakukan melalui koordinasi intensif dengan seluruh bidang serta para kepala subbagian di lingkungan Disdikbud. Langkah tersebut diharapkan mampu menyatukan persepsi sekaligus memperkuat sinergi dalam menjalankan program kerja.
Selain memperkuat internal organisasi, Apud menegaskan komitmennya mengawal visi Kepala Disdikbud Subang yang tertuang dalam Tiga Pilar Pendidikan, yakni Lingkungan Belajar, Akses Pelayanan, dan Profil Lulusan.
“Tugas kami adalah mengawal program-program Pak Kadis, terutama menyangkut visi Pak Kadis dengan Tiga Pilarnya, yaitu Lingkungan Belajar, Akses Pelayanan, dan Profil Lulusan. Itu yang mudah-mudahan insyaallah akan kita kawal bersama,” katanya.
Ia menjelaskan, pilar Lingkungan Belajar diarahkan pada peningkatan kualitas sarana dan prasarana sekolah, mulai dari jenjang PAUD, SD hingga SMP. Sementara Akses Pelayanan difokuskan pada pemerataan kualitas dan kompetensi tenaga pendidik di seluruh wilayah Kabupaten Subang.
Adapun Profil Lulusan bertujuan mencetak peserta didik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat sebagai bekal menyongsong Generasi Emas Indonesia.
Menanggapi persoalan banyaknya ruang kelas yang mengalami kerusakan, Apud memastikan pihaknya akan berperan aktif dalam mengawal perencanaan anggaran agar perbaikan infrastruktur pendidikan dapat dilakukan secara bertahap.
Selain mengoptimalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Disdikbud juga akan mendorong sekolah memanfaatkan anggaran pemeliharaan yang bersumber dari Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP).
“Selain nanti dari sisi anggaran APBD, kami juga akan terus mengepush bidang-bidang untuk senantiasa mengarahkan sekolah agar mengoptimalkan anggaran pemeliharaan yang bersumber dari BOS,” pungkasnya.
Apud berharap, melalui penguatan organisasi dan pengawalan program prioritas, Disdikbud Kabupaten Subang mampu meningkatkan kualitas layanan pendidikan sekaligus menghadirkan lingkungan belajar yang lebih baik bagi seluruh peserta didik.





