JAYAPURA, TINTAHIJAU.com — Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz menduga aksi penembakan yang menewaskan pilot PT Associated Mission Aviation (AMA), Captain Nicholas F Goselin (29), dilakukan oleh kelompok baru dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Korban merupakan warga negara Amerika Serikat. Insiden tragis serta pembakaran pesawat Pilatus PK-RCY ini terjadi di Lapangan Terbang Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, pada Kamis (2/7/2026).
Kasatgas Gakkum Ops Damai Cartenz, Kombes Pol IGG Era Adinata, menjelaskan bahwa kesimpulan sementara ini didapat setelah pihaknya melakukan penyelidikan intensif lewat pemeriksaan saksi, wawancara, serta pemantauan media sosial. Terduga pelaku diidentifikasi sebagai kelompok baru bernama KKB Bakusip.
“Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, kami menyimpulkan bahwa aksi tersebut dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Bakusip,” kata Era Adinata dalam keterangan tertulis, seperti yang dilansir dari laman KOMPAS.tv, Sabtu (4/7/2026).
“Kelompok ini merupakan kelompok baru yang dipimpin oleh M Mbalingga. Dalam sejumlah unggahan media sosial, yang bersangkutan mengaku sebagai bagian dari kelompok pimpinan Elkius Kobak di wilayah Yahukimo,” ujarnya.
Hubungan antara kelompok Bakusip dengan Elkius Kobak kini tengah didalami. Pasalnya, sesaat setelah kejadian, kedua pihak sama-sama mengklaim bertanggung jawab.
“Sesaat setelah kejadian, M Mbalingga mengeluarkan pernyataan yang mengklaim bertanggung jawab atas aksi tersebut,” tutur Era. “Tidak lama kemudian, Elkius Kobak juga mengeluarkan pernyataan serupa. Selain itu, kami memperoleh dokumentasi berupa foto pelaku yang berdiri di atas pesawat PT AMA yang telah terbakar. Berdasarkan identifikasi, pelaku tersebut dipastikan adalah M. Mbalingga.”
Mengenai motif, kelompok baru yang persenjataannya masih diidentifikasi ini diketahui sempat melayangkan ancaman terhadap penerbangan yang masuk ke wilayah operasi mereka.
Sementara itu, Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol Yusuf Sutejo, menyayangkan penyerangan ini mengingat PT AMA murni menjalankan misi pelayanan kemanusiaan dan keagamaan bagi masyarakat pedalaman Papua.
“Berdasarkan keterangan yang kami peroleh, PT AMA telah melayani penerbangan misi kemanusiaan dan pelayanan keagamaan di Papua selama 67 tahun. Baru kali ini mereka mengalami peristiwa yang sangat tragis seperti ini,” tutur Yusuf usai berkomunikasi dengan manajemen PT AMA dan Uskup Jayapura.
Jenazah korban sendiri telah berhasil dievakuasi oleh personel TNI pada Jumat (3/7/2026) dan tiba di Jayapura pada sore harinya. Setelah melalui prosesi ibadah penguatan oleh Uskup Yanuarius Teofilus Matopai You dan prosedur visum di RSUD Bhayangkara, jenazah Captain Nicholas telah diserahterimakan kepada pihak PT AMA pada Jumat tengah malam menjelang Sabtu. Satgas memastikan penyidikan akan terus berjalan profesional hingga tuntas.





