Majalengka, TINTAHIJAU.COM – Anggota DPR RI Fraksi PKS dari Daerah Pemilihan Jawa Barat IX, Ateng Sutisna, mendorong Pemerintah Kabupaten Majalengka dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat menjadikan olahraga grasstrack dan motocross sebagai penggerak baru pertumbuhan ekonomi melalui pengembangan sport tourism.
Menurut Ateng, potensi otomotif di Majalengka sudah saatnya dikembangkan menjadi industri yang memberi dampak ekonomi lebih luas, bukan sekadar melahirkan pembalap berprestasi.”Majalengka memiliki modal besar. Yang perlu dibangun sekarang adalah ekosistemnya agar setiap kejuaraan mampu menghadirkan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” kata Ateng, Jumat (10/7/2026).
Ia menyebut Majalengka telah diakui Ikatan Motor Indonesia (IMI) Jawa Barat sebagai salah satu daerah penghasil pembalap grasstrack dan motocross. Prestasi tersebut, menurutnya, harus menjadi pintu masuk untuk mengembangkan sektor pariwisata olahraga.
Ateng menilai penyelenggaraan event otomotif dapat mendorong peningkatan kunjungan wisatawan sekaligus menghidupkan sektor kuliner, penginapan, transportasi, hingga penjualan produk UMKM. Ia berharap setiap kejuaraan tidak hanya menjadi tontonan sesaat, tetapi mampu membuat pengunjung tinggal lebih lama sehingga memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat sekitar.
“Jangan sampai penonton datang hanya untuk menyaksikan balapan lalu langsung pulang. Mereka harus diajak menikmati destinasi wisata, kuliner, produk UMKM, hingga seni budaya Majalengka,” ujarnya.
Selain sektor pariwisata, Ateng juga menilai industri otomotif membuka peluang kerja baru bagi generasi muda, mulai dari mekanik, teknisi, marshal, tenaga medis, promotor event, fotografer, videografer, jurnalis olahraga, hingga pelaku pemasaran digital.
Ia juga mengapresiasi langkah SMK KORPRI Majalengka yang mengintegrasikan kegiatan road race dan grasstrack dengan kompetensi Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM).
Menurutnya, model pendidikan tersebut mampu mencetak sumber daya manusia yang siap mendukung perkembangan industri otomotif.
Untuk memaksimalkan potensi tersebut, Ateng meminta pemerintah daerah menyusun kebijakan yang melibatkan pelaku UMKM lokal dalam setiap penyelenggaraan event serta membangun kolaborasi dengan IMI, komunitas otomotif, dunia usaha, BUMN, BUMD, perbankan, perguruan tinggi, dan pelaku ekonomi kreatif.
“Target akhirnya bukan hanya mempertahankan predikat sebagai lumbung pembalap, tetapi menjadikan Majalengka sebagai destinasi sport tourism otomotif yang mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan memperkuat ekonomi daerah,” pungkasnya.





