Ragam

Sering Buang Air Kecil di Malam Hari? Ketahui Penyebabnya

×

Sering Buang Air Kecil di Malam Hari? Ketahui Penyebabnya

Sebarkan artikel ini

SUBANG, TINTAHIJAU.com – Terbangun satu kali pada malam hari untuk buang air kecil masih bisa dianggap normal, terutama jika Anda banyak minum sebelum tidur.

Namun, jika kondisi ini terjadi berulang hingga beberapa kali setiap malam, ada baiknya jangan diabaikan.

Sering buang air kecil di malam hari atau nokturia dapat mengganggu kualitas tidur dan membuat tubuh terasa lelah keesokan harinya.

Kondisi ini juga bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan tertentu.

Berikut beberapa penyebab yang paling sering terjadi.

1. Terlalu Banyak Minum Sebelum Tidur
Mengonsumsi air, teh, kopi, atau minuman berkafein menjelang waktu tidur dapat meningkatkan produksi urine sehingga Anda lebih sering terbangun.

2. Infeksi Saluran Kemih
Infeksi pada saluran kemih dapat menimbulkan rasa ingin buang air kecil terus-menerus, disertai nyeri atau sensasi terbakar saat berkemih.

3. Diabetes
Kadar gula darah yang tinggi membuat ginjal bekerja lebih keras untuk membuang kelebihan gula melalui urine. Akibatnya, frekuensi buang air kecil meningkat, termasuk pada malam hari.

4. Pembesaran Prostat
Pada pria, pembesaran prostat dapat menekan saluran kemih sehingga kandung kemih tidak dapat dikosongkan secara maksimal.

5. Efek Obat-obatan
Beberapa jenis obat, terutama obat diuretik untuk tekanan darah tinggi atau penyakit jantung, dapat meningkatkan produksi urine.

6. Gangguan Fungsi Ginjal atau Kandung Kemih
Masalah pada organ ini juga dapat menyebabkan seseorang lebih sering buang air kecil, baik siang maupun malam.

Untuk mengurangi keluhan, cobalah membatasi minum 2–3 jam sebelum tidur, mengurangi konsumsi kafein pada malam hari, dan menjaga pola hidup sehat.

Namun, jika Anda harus bangun berkali-kali setiap malam untuk buang air kecil, terutama disertai nyeri, darah dalam urine, rasa haus berlebihan, atau penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, segera periksakan diri ke dokter agar penyebabnya dapat diketahui dan ditangani sedini mungkin.