SUBANG, TINTAHIJAU.COM – Proses pemadaman kebakaran di eks Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Panembong, Kabupaten Subang, masih menghadapi berbagai kendala.
Salah satu hambatan utama adalah minimnya pasokan air (water supply) akibat kondisi musim kemarau yang berkepanjangan.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP dan Damkar Kabupaten Subang, Dede Rosmayadi, mengatakan keterbatasan air membuat upaya pemadaman belum bisa dilakukan secara maksimal.
“Kita ada kendala, karena kemarau panjang, watter suplay jadi tersendat,” kata Barjhon
Menurutnya, kebakaran di eks TPA Panembong telah berlangsung sejak Sabtu (11/7/2026). Namun, laporan baru diterima petugas pada Senin (13/7/2026), sementara akses menuju lokasi juga sempat terhambat akibat perbaikan jalan.
Api diperkirakan telah menghanguskan sekitar setengah dari total luas eks TPA Panembong yang mencapai 6,5 hektare. Selain luasnya area yang terbakar, karakteristik tumpukan sampah lama yang menyimpan bara api di bawah permukaan membuat proses pemadaman menjadi lebih rumit dan membutuhkan pasokan air dalam jumlah besar.
Sebanyak 30 personel gabungan diterjunkan untuk menangani kebakaran tersebut, terdiri atas 20 personel Damkar, 5 personel BPBD, dan 5 personel PMI. Petugas terus melakukan pemadaman dan pendinginan untuk mencegah api kembali membesar.
Dede menjelaskan, kondisi kemarau yang menyebabkan sumber-sumber air berkurang menjadi tantangan tersendiri bagi petugas di lapangan. Oleh karena itu, dukungan armada pengangkut air sangat dibutuhkan agar proses pemadaman dapat berlangsung lebih efektif.
Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Sementara itu, kepulan asap dari area eks TPA Panembong diduga menjadi salah satu penyebab kabut asap yang beberapa hari terakhir dikeluhkan warga di sejumlah wilayah Subang Kota.
Petugas berharap proses pemadaman dapat segera dituntaskan sehingga kebakaran tidak semakin meluas dan dampak asap terhadap kualitas udara serta kesehatan masyarakat dapat diminimalkan.





