SUBANG, TINTAHIJAU.COM – Pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dari Dangdeur 08, Pasirkareumbi 03, dan Cisalak 01 mengikuti Workshop Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang digelar di PLUT UMKM Kabupaten Subang, Selasa (15/7/2026).
Kegiatan ini ditujukan untuk memperkuat kompetensi sumber daya manusia dalam menjalankan operasional dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara aman, profesional, dan sesuai standar.
Workshop menghadirkan materi mengenai penerapan K3 di lingkungan kerja, khususnya pada operasional dapur, mulai dari pencegahan kecelakaan kerja hingga penanganan kondisi darurat.
Kepala UPTD PLUT KUMKM Kabupaten Subang, Dewi Oktalya Anggraini, S.STP., M.AP, mengatakan pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun budaya kerja yang mengutamakan keselamatan.
“Penerapan K3 harus menjadi budaya kerja di setiap dapur SPPG. Melalui workshop ini kami ingin meningkatkan pemahaman peserta agar mampu mencegah risiko kecelakaan kerja, meminimalkan potensi kebakaran, serta lebih siap menghadapi situasi darurat,” ujar Dewi.
Materi disampaikan oleh narasumber dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Subang. Peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat, sekaligus mengenali berbagai potensi bahaya yang kerap muncul di dapur, seperti kebocoran gas LPG, korsleting listrik, ledakan tabung gas, luka bakar, cedera akibat peralatan tajam, hingga risiko ergonomi dan paparan bahan kimia.
Tak hanya teori, peserta juga mengikuti sesi praktik penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) menggunakan metode PASS (Pull, Aim, Squeeze, Sweep), simulasi penanganan kebocoran gas LPG, serta prosedur evakuasi saat terjadi keadaan darurat.
Perwakilan KASPPG Dangdeur 08 Subang, Riko Bangun, menilai pelatihan tersebut sangat penting untuk mendukung keberlangsungan Program MBG.
“Keberhasilan dapur MBG tidak hanya diukur dari kualitas makanan yang disajikan, tetapi juga dari kemampuan menjaga keselamatan kerja dan mengelola risiko. Pelatihan seperti ini menjadi bekal penting agar seluruh operasional berjalan aman dan berkelanjutan,” kata Riko.
Perwakilan SPPG Pasirkareumbi 03 dan SPPG Cisalak 01 juga menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan workshop tersebut. Menurut mereka, pemahaman mengenai K3 menjadi bekal penting agar proses produksi makanan dapat berlangsung aman, higienis, dan memenuhi standar pelayanan yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN).
Melalui pelatihan ini, seluruh peserta diharapkan mampu menerapkan prinsip-prinsip K3 secara konsisten, mulai dari penggunaan alat pelindung diri (APD), kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP), pengendalian risiko kebakaran, hingga kesiapsiagaan menghadapi berbagai kondisi darurat.
Peningkatan kompetensi pengelola dapur melalui pelatihan dan sertifikasi tersebut diharapkan semakin memperkuat kualitas layanan Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Subang, sehingga dapat memberikan manfaat secara aman, profesional, dan berkelanjutan bagi masyarakat.





