Keluarga

Waspada! Hilang Nafsu Makan, Bisa Jadi Terkena Penyakit Ini

×

Waspada! Hilang Nafsu Makan, Bisa Jadi Terkena Penyakit Ini

Sebarkan artikel ini

SUBANG, TINTAHIJAU.com – Nafsu makan seseorang ternyata memiliki peran penting sebagai “sinyal” kondisi kesehatan tubuh.

Kondisi tubuh yang baik seringkali tercermin dari nafsu makan yang baik, sementara penurunan nafsu makan dapat menjadi tanda bahwa tubuh sedang mengalami ketidakseimbangan.

Menurut Dr. Rajesh Kumar Budhiraja, seorang dokter penyakit dalam di Asian Hospital Faridabad, ada beberapa alasan yang perlu diperhatikan jika Anda mengalami penurunan nafsu makan dalam periode waktu tertentu.

  1. Tantangan Gastrointestinal Penurunan nafsu makan secara tiba-tiba bisa menjadi hasil dari masalah pencernaan. Penyakit radang usus (IBD), masalah lambung, dan tukak lambung dapat memengaruhi saluran pencernaan, menyebabkan nyeri dan penurunan nafsu makan. Pengidentifikasian cepat terhadap masalah ini sangat penting untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.
  2. Kerusakan Tiroid Hipotiroidisme atau kelenjar tiroid yang kurang aktif dapat menyebabkan penurunan nafsu makan. Kelenjar tiroid memiliki peran penting dalam mengatur metabolisme tubuh, dan ketidakseimbangan dalam fungsi ini dapat mengakibatkan berbagai gejala, termasuk hilangnya nafsu makan. Diagnosis dan pengobatan yang cepat menjadi kunci dalam manajemen gangguan tiroid.
  3. Kesejahteraan Mental Kesehatan mental dan fisik memiliki keterkaitan yang kompleks. Kondisi seperti depresi, kecemasan, dan stres dapat memanifestasikan diri dalam gejala fisik, termasuk penurunan nafsu makan. Menyadari hubungan ini penting untuk mengatasi akar permasalahan dan mencari dukungan yang sesuai.
  4. Infeksi Persisten Infeksi jangka panjang seperti TBC atau HIV/AIDS dapat menyebabkan hilangnya nafsu makan. Respons sistem kekebalan tubuh terhadap infeksi ini dapat mengganggu fungsi normal sistem pencernaan. Oleh karena itu, penting untuk mengidentifikasi dan mengobati infeksi yang mendasarinya dengan segera.
  5. Kewaspadaan terhadap Kanker Meskipun perlu berhati-hati dengan kesimpulan dini, penurunan nafsu makan yang tidak dapat dijelaskan dan berkepanjangan dapat menimbulkan kekhawatiran terhadap kanker tertentu. Kanker yang memengaruhi sistem pencernaan mungkin menunjukkan gejala awal berupa penurunan minat terhadap makanan. Pemeriksaan dan perawatan kesehatan rutin diperlukan untuk deteksi dini dan penanganan kanker.

Dr. Budhiraja menekankan bahwa tubuh seringkali memberikan sinyal yang perlu diperhatikan sebagai langkah preventif untuk menjaga kesehatan optimal.

Memantau kesejahteraan secara menyeluruh dan mengatasi perubahan nafsu makan yang terus-menerus dengan bantuan profesional kesehatan dapat berkontribusi pada diagnosis dini dan manajemen potensi risiko kesehatan secara efektif.