PURWAKARTA, TINTAHIJAU.COM – Perjalanan Kang Dedi Mulyadi (KDM) ke Jakarta diwarnai dengan curhatan sopir truk yang kerap kena pungli bai di jalan tol maupun arteri wilayah Jawa Barat.
Kemarin, KDM tak sengaja bertemu dengan sopir yang truknya mogok. Sopir bernama Kasyanto alias Bagong itu membawa muatan cabai dari Blitar menuju pasar di Jakarta dan Tangerang.
Untuk sekali jalan atau tiga hari dua malam, Kasyanto dan temannya mendapat sisa uang Rp 400 ribu. Uang tersebut kemudian dibagi dua yang hasilnya Rp 200 ribu per orang.
“Apapun yang terjadi, berapapun yang didapat kita tetap syukuri saja,” ucap Kasyanto.
Kasyanto mengatakan, beberapa kali pernah pulang tanpa hasil. Sebab uang yang seharusnya untuk anak dan istri di rumah habis dimintai oleh oknum selama perjalanan.
Untuk di jalan tol, Kasyanto mengaku kerap disetop oleh oknum PJR. Oknum tersebut kerap mencari-cari kesalahan yang ujungnya pengancaman tilang.
“Pernah hilang gak ada oknum itu pas corona, sekarang ada lagi. Mereka itu minta Rp 200 ribu, kalau enggak nanti ditilang. Kalau tilang kan susah lagi harus sidang, jauh dari Blitar,” katanya.
Paling parah, kata Kasyanto, adalah oknum Dishub yang melakukan pungli di luar tol. Modusnya mereka menghentikan truk dan mencari-cari kesalahan sampai menanyakan izin usaha hingga izin bongkar.
Ia mengaku tak berani mem-viralkan dengan video karena takut. Sebab temannya sesama sopir pernah melakukan hal tersebut dan malah urusan semakin panjang bahkan hingga HP disita oleh oknum.