Ragam

Bukan Hanya DBD, Penyakit Ini Juga Bisa Sebabkan Trombosit Turun

×

Bukan Hanya DBD, Penyakit Ini Juga Bisa Sebabkan Trombosit Turun

Sebarkan artikel ini

SUBANG, TINTAHIJAU.com – Trombosit, fragmen kecil sel tak berwarna dalam darah, memiliki peran vital dalam menghentikan pendarahan. Namun, penurunan jumlah trombosit seringkali terkait dengan berbagai kondisi kesehatan yang serius.

Menurut laman Mayo Clinic, kadar trombosit normal berkisar antara 150.000 hingga 400.000 keping per mikroliter darah. Ketika jumlahnya turun di bawah 150.000 keping per mikroliter darah, seseorang dianggap memiliki trombosit turun.

Bahkan, apabila jumlah trombosit turun di bawah 10.000 keping per mikroliter darah, ini bisa menandakan trombositopenia parah, yang berpotensi menyebabkan perdarahan dalam tubuh.

Salah satu penyakit yang sering dikaitkan dengan penurunan trombosit adalah demam berdarah dengue (DBD). Namun, ada beberapa kondisi lain yang juga dapat menyebabkan penurunan trombosit dalam darah.

  1. Penyakit Autoimun: Pada penyakit autoimun, sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel sehat dalam tubuh termasuk trombosit. Ini dapat menyebabkan trombositopenia autoimun, yang bisa mengakibatkan pendarahan parah.
  2. Anemia Aplastik: Kondisi ini ditandai dengan sumsum tulang yang gagal memproduksi sel darah baru, termasuk trombosit. Anemia aplastik dapat menyebabkan pendarahan internal yang serius.
  3. Kanker Darah: Leukimia atau kanker darah dapat merusak sumsum tulang, menghambat produksi trombosit yang cukup.
  4. Infeksi Virus: Infeksi virus, seperti demam berdarah, dapat langsung merusak trombosit. Selain itu, infeksi virus dapat mengakibatkan penggunaan trombosit yang berlebihan oleh tubuh.
  5. Infeksi Bakteri: Beberapa infeksi bakteri dapat menyebabkan sistem kekebalan tubuh menyerang trombosit, menyebabkan trombositopenia autoimun.
  6. Preeklamsia: Kondisi serius pada kehamilan ini dapat menyebabkan penurunan trombosit, seringkali terkait dengan masalah pada plasenta.

Penurunan trombosit dapat berdampak serius terhadap kesehatan, termasuk risiko perdarahan yang meningkat. Oleh karena itu, penting untuk memahami faktor-faktor yang dapat menyebabkan penurunan trombosit dan mengatasi kondisi tersebut sesegera mungkin.

Jika Anda mengalami gejala atau tanda-tanda penurunan trombosit, konsultasikan dengan profesional medis untuk diagnosis dan perawatan yang tepat.