Pemerintahan

Seskab Teddy Jawab Kritik Terkait Kunker Presiden Prabowo ke Luar Negeri, Efisien dan Bawa Hasil Nyata

×

Seskab Teddy Jawab Kritik Terkait Kunker Presiden Prabowo ke Luar Negeri, Efisien dan Bawa Hasil Nyata

Sebarkan artikel ini
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengakhiri rangkaian kunjungan resmi kenegaraan di Paris, Republik Prancis, pada Jumat, 29 Mei 2026. Foto: BPMI Setpres/Rusman

JAKARTA, TINTAHIJAU.com — Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya memberikan jawaban resmi terkait sejumlah kritik yang dilayangkan oleh Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) periode 2014, Dino Patti Djalal. Kritik tersebut menyoroti efisiensi dan urgensi dari rangkaian kunjungan kerja (kunker) luar negeri yang dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Melalui pernyataan resmi di akun Instagram Sekretariat Kabinet RI, @sekretariat.kabinet, pada Senin (1/6/2026), Seskab Teddy dengan tegas menepis tudingan adanya pemborosan anggaran negara dalam lawatan presiden ke berbagai negara sahabat.

Teddy menjelaskan bahwa di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, efisiensi birokrasi dilakukan secara ketat. Salah satunya melalui pemangkasan besar-besaran jumlah rombongan delegasi yang mendampingi kepala negara.

“Jumlah rombongan Presiden Prabowo itu sudah berkurang besar-besaran, lebih dari separuh dari periode sebelumnya,” ujar Teddy dalam unggahan tersebut seperti yang dikutip dari laman Kompas.tv, Selasa (2/6/2026).

Ia membeberkan perbandingan data logistik delegasi. Jika pada periode sebelumnya rombongan presiden sekali kunker ke luar negeri bisa mencapai lebih dari 120 orang, pada era Presiden Prabowo jumlah tersebut ditekan hingga hanya berkisar antara 50 sampai 60 orang saja.

Lebih lanjut, Teddy memastikan bahwa operasional kunker diatur sedemikian rupa agar tidak membebani kas negara. Ia mengungkapkan, apabila terdapat kelebihan biaya logistik di luar pagu yang telah ditetapkan oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), sisa biaya tersebut sepenuhnya ditanggung oleh kantong pribadi sang presiden.

“Segala kelebihan biaya yang telah dianggarkan oleh negara, itu sepenuhnya ditanggung oleh pribadi Presiden Prabowo,” ucap Seskab Teddy.

Ia juga menyanggah anggapan bahwa kunker yang dilakukan selama ini hanya bersifat seremonial atau sekadar “gagah-gagahan”. Teddy memaparkan deretan capaian konkret yang berhasil dibawa pulang oleh Presiden Prabowo dalam kurun waktu 1,5 tahun terakhir masa jabatannya.

Berdasarkan data yang dipaparkan oleh Sekretariat Kabinet, berikut adalah sejumlah hasil nyata dari diplomasi luar negeri Presiden Prabowo:

  • Stabilitas Domestik & BRICS: Keputusan Indonesia bergabung dengan blok ekonomi BRICS dinilai efektif memitigasi gejolak global. Dampak instannya dirasakan pada amannya stok pangan nasional, terjaminnya pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM), serta terjaganya harga BBM subsidi agar tidak mengalami kenaikan.
  • Capaian Investasi Masif: Mengacu pada data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), total investasi yang mengalir masuk ke Indonesia dalam 1,5 tahun terakhir menembus angka sekitar Rp2.430 triliun. Secara khusus, usai kunjungan luar negeri Presiden ke Jepang dan Korea Selatan, komitmen investasi sebesar Rp575 triliun berhasil diamankan.
  • Perdagangan & Tarif 0% Uni Eropa: Kesepakatan dagang strategis berupa tarif 0 persen dengan Uni Eropa berhasil dicapai pada tahun 2025 lalu di masa pemerintahan Presiden Prabowo.
  • Modernisasi Pertahanan: Di sektor pertahanan dan keamanan, kunker presiden berhasil memperkuat alutsista nasional melalui pengadaan alat pertahanan mutakhir dari berbagai negara produsen utama, seperti Prancis, Amerika Serikat, Inggris, dan negara-negara Eropa lainnya.
  • Kelancaran Urusan Keagamaan: Seskab Teddy juga menambahkan bahwa jalur diplomasi yang kuat turut berimplikasi positif pada kelancaran penyelenggaraan ibadah haji bagi jemaah Indonesia pada musim haji tahun 2025 dan 2026.

Melalui klarifikasi ini, pemerintah menegaskan bahwa setiap langkah diplomasi internasional yang diambil oleh Presiden Prabowo selalu terukur, efisien, dan berorientasi pada kepentingan ekonomi serta kedaulatan nasional di tengah dinamika global.