JAKARTA, TINTAHIJAU.com – Microsoft baru-baru ini memperkenalkan Copilot, chatbot berbasis Artificial Intelligence (AI) yang kini bisa digunakan melalui WhatsApp. Fitur Copilot WhatsApp ini memiliki kemampuan serupa dengan Copilot yang ada di versi website maupun di browser Edge.
Kehadirannya membuat pengalaman chatting di WhatsApp semakin menarik karena pengguna dapat bertanya atau memberikan perintah kepada Copilot, dan chatbot AI tersebut akan memberikan jawaban atau hasil yang diminta.
Untuk dapat menggunakan Copilot di WhatsApp, pengguna perlu menambahkan akun chatbot Copilot ke dalam daftar kontak mereka. Setelah ditambahkan, Copilot dapat membantu menjawab berbagai pertanyaan, menerjemahkan kalimat, atau bahkan membuat gambar berdasarkan prompt atau perintah teks yang diberikan.
Cara Menambahkan Copilot di WhatsApp
- Akses tautan akun Copilot WhatsApp: Pengguna perlu membuka tautan yang disediakan untuk akun Copilot WhatsApp. Dari sana, tersedia opsi “Try Me” atau kode QR yang dapat dipindai untuk menambahkan akun tersebut.
- Tambahkan Copilot ke daftar obrolan: Setelah mengklik opsi “Try Me” atau memindai kode QR, akun Copilot akan muncul di daftar obrolan WhatsApp. Pengguna dapat langsung memulai percakapan setelah menyetujui ketentuan layanan dengan mengklik opsi “Accept.”
- Mulai chatting dengan Copilot: Setelah akun chatbot Copilot ditambahkan, pengguna dapat langsung berinteraksi dengannya. Pengguna bisa meminta Copilot untuk menjawab pertanyaan, menerjemahkan, atau bahkan membuat gambar berbasis AI dengan memberikan prompt teks tertentu.

Fitur-Fitur Copilot di WhatsApp
Copilot di WhatsApp berfungsi layaknya chatbot AI yang mampu memahami berbagai bahasa, termasuk bahasa Indonesia. Copilot dapat membantu dalam banyak hal, seperti menjawab pertanyaan, membuat gambar, atau melaksanakan perintah lainnya. Kemampuan Copilot dalam mengolah gambar mirip dengan Bing Image Creator, yang memungkinkan pengguna membuat poster AI hanya dengan memberikan deskripsi melalui teks.
Pengalaman Menggunakan Copilot di WhatsApp
Dalam sebuah percobaan, Copilot diminta membuat sebuah poster AI dengan deskripsi: “Make a 3d animation poster containing a man wearing a turquoise green shirt with a colorful floral pattern. He has short black hair with bangs covering the forehead…”. Setelah memberikan prompt tersebut, Copilot memproses perintah dan menampilkan hasil berupa poster AI sesuai deskripsi yang diminta. Hal ini menunjukkan potensi besar Copilot sebagai asisten AI dalam menciptakan konten kreatif langsung dari aplikasi WhatsApp.

Sekilas Tentang Copilot dan Pesaingnya
Copilot adalah chatbot AI yang dikembangkan Microsoft menggunakan teknologi GPT (Generative Pre-Trained Transformers) dari OpenAI, yang juga digunakan untuk membangun ChatGPT. Sebelumnya dikenal sebagai Bing AI, Copilot kemudian diubah namanya sekitar akhir 2023. Dengan adanya Copilot di WhatsApp, Microsoft membawa AI-nya ke platform sosial, yang memungkinkan pengguna berinteraksi dengan teknologi AI di aplikasi yang mereka gunakan sehari-hari.
Kemunculan Copilot di WhatsApp akan menjadi pesaing kuat bagi Meta AI, program AI yang dikembangkan oleh Meta, induk dari WhatsApp. Meskipun Meta AI telah diintegrasikan ke WhatsApp sebagai fitur bawaan di beberapa negara, aksesnya masih terbatas. Sementara itu, Copilot di WhatsApp sudah dapat diakses secara gratis oleh semua pengguna, menambah daya tarik bagi mereka yang ingin mencoba AI di aplikasi pesan instan.
Dengan kemampuan menjawab pertanyaan, menerjemahkan, dan menciptakan gambar, Copilot di WhatsApp siap menjadi asisten AI yang andal bagi pengguna, membawa teknologi AI lebih dekat ke kehidupan sehari-hari.





