LOS ANGELES, TINTAHIJAU.com – Keluarga aktor legendaris Bruce Willis mengambil keputusan besar di tengah perjuangan melawan penyakit neurodegeneratif yang diderita sang bintang. Pihak keluarga berencana untuk mendonasikan otak Bruce Willis guna kepentingan penelitian ilmiah setelah ia berpulang nantinya.
Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen keluarga untuk meningkatkan kesadaran publik serta memajukan pemahaman medis mengenai Demensia Frontotemporal (FTD). Kondisi ini telah mengubah kehidupan aktor berusia 70 tahun tersebut secara drastis sejak pertama kali didiagnosis pada awal tahun 2023.
Istri Bruce Willis, Emma Heming, mengakui bahwa rencana ini merupakan keputusan yang sangat berat secara emosional, namun sangat penting bagi dunia sains. “Ini sulit secara emosional, tetapi perlu secara ilmiah,” ungkap Emma.
Hal senada disampaikan oleh putri sulung Bruce, Rumer Willis. Melalui unggahan di media sosial, Rumer membagikan realita rumit hidup berdampingan dengan penderita FTD. Meski sang ayah kini telah kehilangan kemampuan untuk membaca, berbicara, dan berjalan, Rumer tetap berusaha menjaga ikatan emosional mereka.
“Entah dia mengenali saya atau tidak, dia bisa merasakan cinta yang telah saya berikan kepadanya, dan saya pun bisa merasakannya kembali,” tutur Rumer.
Demensia Frontotemporal (FTD) adalah kelainan otak langka yang menyerang lobus frontal dan temporal. Gejala yang dialami Bruce cenderung mengarah pada Afasia Progresif Primer (PPA), yang secara bertahap menghancurkan kemampuan bahasa dan kognitif seseorang.
Hingga saat ini, belum ditemukan obat untuk menyembuhkan FTD, dan pengobatan medis masih terbatas pada pengelolaan gejala saja. Kondisi inilah yang mendorong keluarga Willis, termasuk mantan istrinya, Demi Moore, untuk berkontribusi pada pengetahuan medis.
Para peneliti menekankan bahwa donasi otak sangat krusial untuk memahami penyakit ini di tingkat sel. Dr. Bruce Miller, Direktur Pusat Memori dan Penuaan UCSF, menjelaskan bahwa dengan memeriksa protein abnormal dan perubahan struktural pada otak penderita, ilmuwan dapat mencari wawasan baru untuk mengembangkan terapi di masa depan.
Melalui donasi ini, keluarga besar Willis berharap dapat membantu para dokter dan ilmuwan mengungkap misteri di balik penyebab serta perkembangan FTD, agar keluarga lain di masa depan memiliki harapan untuk pengobatan yang lebih baik.
Sumber: KOMPAS




