Entertainmen

Menelusuri Perjalanan Majalah Musik Aktuil Lewat Film Dokumenter “Aktual Of Aktuil”

×

Menelusuri Perjalanan Majalah Musik Aktuil Lewat Film Dokumenter “Aktual Of Aktuil”

Sebarkan artikel ini

Dibuat Film Dokumenter

Pada hari Rabu tanggal 27 September 2023 lalu, sejumlah tokoh terkemuka, seniman, budayawan, jurnalis, musisi, kalangan mahasiswa, dan para pelajar berkumpul di Ruang Auditorium Bandung Creative Hub, Jalan Laswi, Kota Bandung. Mereka hadir untuk menyaksikan pemutaran film dokumenter yang sangat dinantikan, “Aktuil of Aktual,” sebuah karya yang mengupas perjalanan majalah musik legendaris Aktuil dari awal terbit, masa keemasan, hingga akhirnya tak lagi terbit.

Dalam kesempatan bersejarah ini, hadir mantan redaktur dan jurnalis Majalah Aktuil, seperti Odang Danaatmadja, Aah Sumardan, Heni Rodiah (istri Maman Sagith), serta musisi, budayawan, dan pegiat seni terkemuka seperti Boy Worang, Aat Soeratin, Buddy Arab, Sam Alatas, Nata Sofia, Kin Sanubary, serta sejumlah tamu undangan dan tokoh lainnya.

“Aktual of Aktuil” adalah sebuah film dokumenter yang mengangkat kisah Majalah Aktuil, yang berdiri di Bandung sejak tahun 1967 dan berlanjut hingga tahun 1986. Majalah Aktuil sendiri merupakan salah satu tonggak penting dalam sejarah media cetak Indonesia. Majalah ini bukan hanya menguatkan perjalanan musik di Bandung dan kota-kota besar di Indonesia, tetapi juga memperkenalkan musisi dan band dari mancanegara kepada masyarakat Indonesia.

Majalah Aktuil pada masa itu menjadi barometer musik di tanah air dan berhasil menginspirasi generasi muda. Kehadirannya secara signifikan membawa pengaruh dalam bidang musik, sastra, teater, seni rupa, hingga gaya hidup kaum muda pada era tersebut.

Majalah Aktuil menjadi ikon legendaris dan menjadi penentu arah musik nasional. Aktuil mencetak sekitar 250.000 kopi pada setiap edisinya dan selalu laris terjual kepada pembaca setianya.

Film dokumenter “Aktual of Aktuil” mampu menggambarkan perjalanan majalah ini, dari awal berdiri, masa kejayaan, hingga perubahan manajemen yang akhirnya membuat majalah ini meredup setelah berpindah ke Jakarta. Film ini diproduksi oleh rumah produksi AtapClass.ID yang dikelola oleh Kang Kimung, mantan personil band underground Burger Kill, yang bekerja sama dengan Visca Production dari SMA Katapang Bandung.

Pemutaran film ini juga menjadi penutup dari Festival Bandung Music Fair yang berlangsung selama tiga hari di Bandung Creative Hub. Festival ini menampilkan sejumlah film bertema sejarah media musik di Bandung, yang akan digunakan sebagai sumber penelitian dalam pembuatan buku “Bandung Bawah Tanah.”

Kehadiran film dokumenter ini bukan hanya sebagai nostalgia, tetapi juga sebagai memoir bagi para pembaca setia majalah Aktuil kala itu, yang sebagian besar mungkin telah melangkah dari masa remaja mereka. Film ini menjadi sebuah penghormatan kepada jejak gemilang majalah yang begitu berpengaruh dalam dunia musik dan budaya Indonesia.