Majalengka, TINTAHIJAU.com – Bagi pencinta durian, Desa Sinapel di Kabupaten Majalengka punya daya tarik yang sulit ditolak. Di tempat inilah durian Perwira dan Matahari tumbuh dan dinikmati langsung dari kebunnya, dengan rasa khas yang sudah melegenda lintas generasi.
Pemilik Wisata Durian Sinapel, Hj Titin Susilawati, menuturkan usaha durian yang dikelolanya bukan sekadar bisnis, melainkan warisan keluarga yang kini telah memasuki generasi ketiga.
“Dari kakek, bapak, sampai sekarang ke saya. Alhamdulillah masih bertahan dan terus ramai,” ujar Hj Titin saat ditemui, Rabu (04/02/2026).
Tak hanya masyarakat biasa, wisata durian Sinapel juga kerap dikunjungi tokoh-tokoh nasional, kepala daerah, hingga anggota dewan.
Namun yang paling ramai tetap saat akhir pekan dan libur nasional, ketika keluarga datang beramai-ramai untuk menikmati durian langsung di tempat.
Dari sekian banyak jenis durian, Perwira menjadi primadona. Durian ini memiliki daging tebal dengan perpaduan rasa manis dan pahit yang kuat. Berbeda dengan jenis Matahari yang berwarna orange dan cenderung manis, Perwira justru menawarkan sensasi rasa yang lebih “berani”.
Yang membuatnya semakin istimewa, durian Perwira di Sinapel berasal dari pohon induk tua yang diperkirakan berusia lebih dari 200 tahun dan kini dilindungi. “Pohon induknya cuma satu. Umurnya mungkin sudah dua ratusan tahun. Saya lahir saja pohonnya sudah sebesar ini,” kata Hj Titin sambil tersenyum.
Musim panen durian Perwira biasanya berlangsung dari November hingga Januari. Meski telah diperbanyak melalui okulasi, jumlahnya tetap terbatas.“Sehari paling cuma 30 sampai 40 buah. Jadi memang cepat habis,” ujarnya.
Soal harga, pengunjung tak perlu khawatir. Durian di Sinapel dibanderol mulai dari Rp50 ribu hingga Rp150 ribu per buah, tergantung ukuran, dengan kualitas rasa yang tetap terjaga. “Yang penting cocok sama pelanggan. Rasanya insya Allah sama,” ucapnya.
Dalam satu akhir pekan, Hj Titin bisa menyiapkan hingga seribu buah durian. Sementara di hari biasa, stok berkisar seratus buah per hari. Bahkan, pasokan durian kerap masih kurang sehingga harus mendatangkan tambahan dari daerah tetangga.
Melihat potensi besar ini, Hj Titin berharap ada perhatian dan pendampingan dari pemerintah, khususnya di bidang pertanian, agar durian Sinapel bisa berkembang lebih optimal.
“Sinapel ini sebenarnya sentra durian Majalengka. Harapannya bisa seperti Cilembu di Sumedang. Potensinya ada, tinggal dibimbing,” pungkasnya.





