Keluarga

Hamil Tanpa Hubungan Intim, Kok Bisa? Berikut Faktanya

×

Hamil Tanpa Hubungan Intim, Kok Bisa? Berikut Faktanya

Sebarkan artikel ini

Perlu diketahui, telur tidak bisa dibuahi sampai ia dilepaskan dari ovarium. Proses tersebut biasanya terjadi sebulan sekali, sekitar 14 hari sebelum periode menstruasi berikutnya, yaitu selama masa ovulasi.

Sekitar waktu ovulasi, lendir serviks wanita akan menipis dan menjadi lebih putih seperti telur, sehingga memungkinkan sperma berenang lebih bebas. Teksturnya mirip seperti sekresi yang dihasilkan selama orgasme. Cairan tersebut mengalir ke seluruh saluran vagina dan masuk ke lubang vagina.

Bahkan sebelum seorang pria mengalami ejakulasi penuh, ia bisa menghasilkan sperma dalam cairan pra-ejakulasi. Sebagai gambaran, satu mililiter ejakulasi mengandung antara 15 hingga 200 juta sperma. Dan sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa 16,7 persen pria juga memiliki sperma aktif sebelum mereka ejakulasi. .

Bila ejakulasi atau pra-ejakulasi bersentuhan dengan area vagina, meski kemungkinannya kecil, kehamilan bisa saja terjadi. Ingat, cairan tersebut bisa disalurkan ke area vagina bukan hanya melalui penis, tapi juga bisa melalui mainan, jari dan mulut.

Perlu diketahui, merencanakan kehamilan yang sehat sangat penting.  Salah satunya dengan melakukan pemeriksaan kesehatan.

Hamil Tanpa Hubungan Intim Juga Bisa Terjadi dengan Proses Medis
Dalam dunia medis, kehamilan juga bisa terjadi tanpa pernah melakukan hubungan seks penetrasi, yaitu dengan melakukan prosedur seperti inseminasi buatan atau intrauterine insemination (IUI) dan in vitro fertilization (IVF).

Inseminasi buatan adalah program kehamilan yang dilakukan dengan menempatkan sperma langsung ke dalam rahim wanita, sehingga lebih dekat ke sel telur. Proses tersebut bisa meningkatkan peluang kehamilan pada pasangan yang mengalami kesulitan untuk hamil.

Sedangkan metode medis lain yang memungkinkan terjadinya hamil tanpa hubungan intim adalah IVF, atau yang lebih dikenal juga sebagai “bayi tabung”. Metode ini melibatkan pengambilan sel telur dari ovarium wanita untuk dibuahi dengan sperma, sehingga pembuahan terjadi di luar rahim.

Telur yang sudah dibuahi ini atau embrio kemudian diimplantasikan ke dinding rahim wanita, sehingga terjadi kehamilan.

Sumber: halodoc