SUBANG, TINTAHIJAU.com – Anak yang sering rewel kerap membuat orang tua merasa khawatir sekaligus kewalahan.
Tangisan, rengekan, atau perubahan suasana hati yang tiba-tiba sering kali dianggap sebagai perilaku negatif, padahal di baliknya ada berbagai alasan yang perlu dipahami.
Dengan mengenali penyebab anak rewel dan cara mengatasinya secara tepat, orang tua dapat membantu anak merasa lebih nyaman sekaligus mendukung perkembangan emosinya.
Berikut pembahasan alasan anak sering rewel dan cara mengatasinya!
Alasan Anak Sering Rewel
- Lapar atau lelah
Anak belum mampu mengungkapkan rasa lapar dan capek dengan kata-kata, sehingga rewel jadi bentuk ekspresinya. - Kurang tidur berkualitas
Jam tidur yang tidak teratur atau tidur terlalu malam membuat anak lebih sensitif dan mudah marah. - Ingin diperhatikan
Saat merasa diabaikan, anak bisa rewel sebagai cara meminta perhatian orang tua. - Kesulitan mengekspresikan emosi
Anak belum mampu mengelola rasa kecewa, marah, atau sedih, sehingga emosi keluar dalam bentuk tangisan. - Terlalu banyak stimulasi
Lingkungan yang ramai, suara keras, atau aktivitas berlebihan bisa membuat anak kewalahan. - Tidak nyaman secara fisik
Popok basah, kepanasan, sakit gigi tumbuh, atau pakaian yang tidak nyaman juga memicu rewelnya anak.
Cara Mengatasinya
- Perhatikan kebutuhan dasar anak
Pastikan anak cukup makan, minum, dan tidur sesuai usianya. - Buat rutinitas harian yang konsisten
Jadwal tidur, makan, dan bermain yang teratur membantu anak merasa aman dan tenang. - Berikan perhatian penuh
Luangkan waktu khusus untuk bermain atau berbincang tanpa distraksi gadget. - Ajari anak mengenali emosi
Gunakan kalimat sederhana seperti, “Adik sedang marah ya?” agar anak belajar menamai perasaannya. - Ciptakan lingkungan yang nyaman
Kurangi suara bising dan beri waktu istirahat setelah aktivitas yang padat. - Tetap tenang dan sabar
Reaksi orang tua yang tenang membantu anak belajar mengontrol emosinya.
Rewel pada anak adalah hal yang wajar dalam proses tumbuh kembangnya.
Dengan memahami penyebabnya dan merespons secara tepat, orang tua dapat membantu anak belajar mengelola emosi serta menciptakan hubungan yang lebih hangat dan harmonis.





