Literasi

OPINI: Air Tanah Subang

×

OPINI: Air Tanah Subang

Sebarkan artikel ini

Beruntung, Perumda Tirta Rangga Subang masih bisa melayani pelanggan secara normal. Meskipun tak lepas dari pengaruh kekeringan panjang ini.

Misalnya, debit mata air di Cileuleuy Jalancagak mulai berkurang. Berpengaruh pada ketinggian genangan air yang ditarik oleh pompa. Kami lakukan upaya bendung aliran air dari mata air.

Kami mohon maaf kepada pelanggan di wilayah Jalancagak terpengaruh atas kondisi tersebut. Sejumlah titik mendapat giliran distribusi air. Tidak mengalir 24 jam.

Dalam waktu dekat juga akan dilakukan penggantian pompa dengan kapasitas daya sedot air lebih besar. Dari kapasitas 11 kw ke 22 kw. Juga sudah kami lakukan rehab jaringan pipa kecil di sejumlah titik.

Sungai Cibodas di Kalijati juga harus dibendung agar bisa ditarik pompa ke WTP Kalijati. Sebab debit air terus menyusut.

Beruntung, mata air Cibulakan yang memasok air untuk wilayah Kota Subang dan mata air Cipondok, Kasomalang untuk wilayah Kasomalang, Cisalak dan Jalancagak masih normal.

Tapi, kami harus antisipasi untuk wilayah Kalijati dan Subang kota. Sebab kebutuhan air bersih wilayah kota Subang, Kalijati, dan Purwadadi terus meningkat. Kami pertimbangkan untuk menambah instalasi pengolahan air (IPA).

Di tengah keterbatasan Perumda Tirta Rangga, kami berharap industri harus berpikir berkali-kali agar tidak terus menerus menggunakan air bawah tanah.

Memang, menggunakan air bawah tanah, membangun sumur bor biayanya lebih murah. Dibanding menggunakan air dari PDAM, tapi dampak lingkungan akan lebih mahal.
Warga di sekitar industri akan sulit mendapat air bawah tanah, penurunan permukaan tanah dan cekungan air tanah.

Memang benar, Perumda Tirta Rangga masih terbatas. Beberapa wilayah tidak sanggup distribusi 24 jam. Juga tidak akan terhindar dari resiko perbaikan pipa: akibatnya, layanan akan off.

Air untuk industri tidak boleh off. Beban puncak penggunaan air harus terjadwal dan dipantau 24 jam. Lebih baik pipa dedicated (khusus) untuk pabrik. Tidak digabung dengan pelanggan rumah tangga. Kualitas pipa harus yang terbaik.

Ilmu itu yang kami dapatkan saat belajar ke Krakatau Tirta Industri (KTI), Provinsi Banten akhir bulan September lalu.

Tapi, kami pun masih bisa melayani industri untuk wilayah Purwadadi, Pabuaran, Pamanukan, Ciasem dan Blanakan. Kami sangat siap. Masih ada air tidak terpakai (idle capacity). Selain industri, hotel dan perkantoran sebaiknya segera beralih dari eksploitasi air bawah tanah.

Bukan berarti ini promosi, tapi kehadiran Perumda (PDAM) adalah kepanjangan tangan pemerintah untuk menjaga ekosistem lingkungan. Menjaga air bawah tanah agar tetap aman. Sebelum semuanya terlambat.(*)

 

Lukman Nurhakim, Penulis adalah Dirut Perumda Tirta Rangga Subang