BANDUNG BARAT, TINTAHIJAU.com – Media sosial baru-baru ini dihebohkan oleh video viral yang menunjukkan bangunan Koperasi Merah Putih (KMP) di Kabupaten Bandung Barat (KBB). Dalam video tersebut, bangunan koperasi tampak tak lazim karena dinilai berdiri terisolasi tanpa akses jalan, dikelilingi semak belukar, pohon bambu, serta batuan purba di tengah kawasan gunung.
Bangunan berukuran 20×30 meter tersebut terletak di Kampung Girimulya, RT 02 RW 09, Desa Gunungmasigit, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat. Di belakang bangunan, menjulang bukit karst (kapur) dengan formasi batuan purba yang artistik. Saat musim kemarau, kawasan kering ini kerap diwarnai debu mikroskopis akibat embusan angin dan aktivitas pengolahan kapur di sekitarnya. Saat ini, progres pembangunan gedung koperasi tersebut sudah mencapai 90 persen, tinggal menyisakan sentuhan akhir seperti pemasangan rolling door dan furnitur pajangan.
Menanggapi video yang telanjur viral, Kepala Desa Gunungmasigit, Tarkopa, angkat bicara. Ia menegaskan bahwa narasi yang beredar di media sosial tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan.
“Posisinya di atas gunung, sebenarnya tidak. Tapi di bawah Gunung Masigit, bahkan itu di lapang, di lapang parkir Stone Garden,” ujar Tarkopa saat ditemui.
Tarkopa menjelaskan bahwa koperasi tersebut sebenarnya berada di area parkir objek wisata Indiana Camp dan Stone Garden. Lokasinya berjarak sekitar 500 meter dari Jalan Raya Cianjur-Padalarang. Meski akses jalannya berbatu, letak bangunan ini dipastikan tidak terlalu jauh dari permukiman warga Kampung Girimulya dan posisinya diatur agar tidak mengganggu fungsi lahan parkir.
Tarkopa juga membeberkan bahwa bangunan koperasi itu berdiri di atas tanah carik desa. Sebelum pembangunan dimulai, pihak pemerintah desa memberikan lima rekomendasi titik lahan carik kepada PT Agrinas Pangan Nusantara selaku pelaksana program Koperasi Merah Putih dari pemerintah.
Kelima titik tersebut berada di RW 09 Girimulya (kawasan Stone Garden), RW 16 Liung Gunung, RW 21 Cigintung, RW 19 Cihalimun, dan kawasan Cicalada. Setelah dilakukan pengecekan lokasi dan aksesibilitas oleh PT Agrinas, titik di kawasan Stone Garden akhirnya dipilih sebagai lokasi yang paling ideal.
“Jadi pemerintah desa hanya sampai ke situ (memberikan rekomendasi lahan). Ya, secara jujur itu tidak di atas gunung. Di bawah gitu, di antara Gunung Masigit dan Stone Garden. Ke permukiman juga kan tidak terlalu jauh,” tegasnya.
Kehadiran Koperasi Merah Putih di kawasan wisata alam ini diharapkan dapat membawa dampak positif yang besar bagi perekonomian lokal. Tarkopa berharap koperasi ini nantinya bisa berkolaborasi dengan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) selaku pengelola Stone Garden, salah satunya dengan menjadi penyuplai barang bagi warung-warung milik warga sekitar.
Selain menjadi jembatan pengembangan wisata, koperasi ini diproyeksikan untuk menunjang ketahanan pangan lokal, menampung hasil bumi masyarakat, serta menyuplai program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Gunungmasigit di masa mendatang.
Sumber: detikJabar



