Megapolitan

423 Tenaga Pendukung PPIH Siaga di Madinah, Jadi Ujung Tombak Sambut Kloter Pertama Jemaah Haji Indonesia

×

423 Tenaga Pendukung PPIH Siaga di Madinah, Jadi Ujung Tombak Sambut Kloter Pertama Jemaah Haji Indonesia

Sebarkan artikel ini
Pendaftaran Petugas Haji 2024
Ilustrasi Petugas Haji | Foto: Kemenag

JEDDAH, TINTAHIJAU.com — Menjelang kedatangan kloter pertama jemaah haji Indonesia yang dijadwalkan mendarat pada 22 April 2026, kesiapan layanan di Arab Saudi terus dipacu. Fokus utama saat ini adalah penguatan lini depan melalui pengerahan 423 tenaga pendukung Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH).

Ratusan petugas tersebut disiapkan secara khusus untuk memperkuat pelayanan di Daerah Kerja (Daker) Madinah dan area bandara. Mereka terdiri dari unsur mukimin (WNI yang menetap di Arab Saudi) dan mahasiswa, yang telah dinyatakan siap tugas setelah menjalani bimbingan teknis (bimtek) intensif.

Tenaga pendukung ini memegang peran sentral karena menjadi pihak pertama yang berinteraksi langsung dengan jemaah sejak menginjakkan kaki di Tanah Suci. Tugas mereka mencakup proses penyambutan di bandara, pendampingan di sektor-sektor penginapan, hingga pemberian layanan khusus bagi jemaah lanjut usia (lansia).

Kepala Kanselerai KJRI Jeddah, Soeharyo Tri Sasongko, menegaskan bahwa keberadaan tenaga pendukung ini sangat menentukan keberhasilan operasional PPIH secara keseluruhan.

“Tenaga pendukung ini menjadi ujung tombak di lapangan karena mereka langsung bersentuhan dengan jemaah. Mereka dituntut sigap, ramah, dan profesional dalam memberikan pelayanan,” ujar Soeharyo pada Minggu (19/4).

Pemerintah telah memetakan penempatan para petugas ini di dua lokasi vital untuk memastikan efisiensi pelayanan:

  1. Daker Bandara: Fokus pada kelancaran proses kedatangan dan alur masuk jemaah.
  2. Daker Madinah: Fokus pada dukungan layanan selama masa tinggal awal jemaah sebelum menuju Makkah.

Selain aspek teknis, para petugas juga dibekali pemahaman mengenai prosedur terbaru, termasuk pola koordinasi dengan otoritas Arab Saudi serta dukungan penuh terhadap implementasi layanan rute Makkah (Fast Track).

Sejalan dengan arahan Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, seluruh petugas diminta untuk bekerja secara sinergis dan adaptif. Hal ini penting guna menghadirkan layanan terbaik di tengah dinamika lapangan yang kerap berubah.

Persiapan matang ini diharapkan mampu meminimalisir kendala saat kloter pertama tiba di Madinah dalam tiga hari ke depan. Momentum kedatangan jemaah pada 22 April mendatang akan menjadi ujian perdana sekaligus tolok ukur kesiapan sistem pelayanan haji Indonesia tahun 2026.