MAKKAH, TINTAHIJAU.com — Di tengah ketegangan geopolitik Timur Tengah dan cuaca panas menyengat, lebih dari 1,5 juta jemaah haji dari luar negeri resmi memulai rangkaian ibadah haji di Arab Saudi pada Senin (25/5).
Komandan Pasukan Paspor Haji Arab Saudi, Saleh bin Saad Al-Murabba, mengonfirmasi kepadatan di Tanah Suci tersebut. Meski situasi regional diselimuti kekhawatiran akibat perang di Iran dan gencatan senjata yang rapuh, kekhusyukan tetap mewarnai para jemaah.
Salah satu jemaah asal Mesir, Samya Abdul Moneim, mengungkapkan rasa harunya.
“Saya berada dalam kondisi penuh berkah dan kebahagiaan. Ini adalah perasaan yang benar-benar tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata. Maksud saya, alhamdulillah, saya mendapatkan berkah ini,” ujar Samya di Makkah dikutip dari Associated Press.
Pada hari pertama, jemaah melakukan tawaf di Masjidil Haram sebelum bergerak ke tenda raksasa di Mina. Di sana, mereka harus berjuang melawan suhu ekstrem dengan bantuan payung, kipas portabel, serta semprotan uap air dari petugas.
Bagi para jemaah, ibadah ini merupakan momentum spiritual yang membutuhkan ketahanan fisik luar biasa. Youssef Chouhoud, ilmuwan politik dari Christopher Newport University, Virginia, AS, menuturkan pengalamannya:
“Ibadah haji ini, pada efeknya, adalah sebuah hard reset (memulai kembali dari awal) bagi saya,” kata Youssef Chouhoud. “Saya berdoa agar bisa keluar dari perjalanan ini dengan tujuan hidup yang baru dan kedisiplinan untuk menjalaninya. Bagi banyak jemaah, ini adalah hal tersulit yang pernah mereka lakukan seumur hidup. Namun, tidak ada hal yang sangat berarti yang bisa didapatkan dengan mudah.”
Dampak Konflik dan Respons Negara
Haji tahun ini dibayangi konflik pasca-serangan AS dan Israel ke Iran pada 28 Februari lalu yang sempat memicu penutupan Selat Hormuz dan guncangan ekonomi global. Kabar terbaru, Presiden AS Donald Trump menyatakan draf kesepakatan damai dengan Iran sudah “sebagian besar dinegosiasikan”, namun blokade pelabuhan tetap berlaku hingga perjanjian resmi ditandatangani.
Menyikapi ketidakpastian global ini, Pemerintah Indonesia bergerak cepat mengeluarkan instruksi tegas guna memastikan pembengkakan biaya perjalanan akibat krisis tidak dibebankan kepada jemaah. Di sisi lain, jemaah haji asal India tetap berangkat normal meski harus menghadapi lonjakan biaya perjalanan akibat meroketnya harga bahan bakar dunia.
Setelah bermalam di Mina, jutaan jemaah dijadwalkan bergerak menuju Padang Arafah pada hari Selasa untuk melaksanakan wukuf, yang merupakan puncak tertinggi dari seluruh rangkaian ibadah haji.



