JAKARTA, TINTAHIJAU.com – Hujan lebat yang terus mengguyur kawasan DKI Jakarta semenjak Sabtu (7/3/2026) malam memicu timbulnya genangan air di berbagai wilayah pada Minggu (8/3/2026). Imbasnya, sektor transportasi publik, khususnya layanan armada PT Transportasi Jakarta (Transjakarta), mengalami gangguan operasional yang cukup signifikan.
Melalui akun media sosial resminya, pihak Transjakarta mengumumkan bahwa tingginya genangan air di ruas jalan utama di Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur memaksa mereka untuk melakukan rekayasa rute semenjak Minggu pagi. Banyak armada bus maupun Mikrotrans yang terpaksa dialihkan, diperpendek jalurnya, atau bahkan dihentikan operasinya sementara.
Penyesuaian Rute Transjakarta
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun dari laman TVOne News, Mingu (8/3/2026) pembaruan data operasional pada pukul 06.00 WIB, berikut adalah rute Transjakarta yang terdampak:
- Rute 1C (Pesanggrahan – Blok M): Terkena imbas banjir di Jalan Ciledug Raya. Bus yang menuju arah Blok M tidak akan berhenti melayani penumpang dari Halte Beo hingga Taman Puring.
- Koridor 9 (Pinang Ranti – Pluit): Mengalami pengalihan rute karena air merendam kawasan Kali Grogol. Khusus arah Pluit, bus tidak melintasi Halte Kemanggisan sampai Halte Jembatan Tiga.
- Rute 6W (Blok M – Duren Tiga via Bangka Raya): Dialihkan akibat genangan di Jalan Bangka I. Layanan dari Halte Jalan Bangka Buntu 1 hingga Jalan Bangka Raya yang mengarah ke Duren Tiga dihentikan sementara.
Dampak pada Layanan Mikrotrans
Kondisi jalanan yang terendam genangan air juga melumpuhkan sebagian rute angkutan Mikrotrans:
- Rute yang Diperpendek: JAK 85 (Bintara – Cipinang Indah) hanya beroperasi sampai depan gerbang kompleks Cipinang Indah. Hal serupa dialami JAK 40 (Harapan Baru – Pulo Gebang via Rawa Kuning) karena genangan di Jalan Harapan Indah Raya.
- Rute yang Dialihkan: Meliputi JAK 93 (Jeruk Purut – Kebayoran Lama) akibat banjir di Jalan Puri Sakti dan JAK 02 (Kampung Melayu – Duren Sawit) imbas genangan di Cipinang Indah.
- Rute yang Berhenti Operasi Sementara: Tingginya debit air membuat rute JAK 30, JAK 04, JAK 50, JAK 52, JAK 79, dan JAK 56 tidak bisa melayani penumpang. Selain itu, layanan bus rute 3C, 3D, 9F, serta 12A juga disetop sementara imbas banjir di wilayah Rawa Buaya.
Keterlambatan Koridor Utama dan Data Titik Banjir
Tak hanya persoalan genangan, kelancaran Koridor 1 (Blok M – Kota) dan Koridor 2 (Pulo Gadung – Monumen Nasional) turut tersendat. Keterlambatan kedatangan armada di rute-rute utama tersebut dipicu oleh kombinasi kondisi cuaca dan pengalihan lalu lintas akibat kegiatan Festival Nyepi 2026 di area Patung Kuda sampai Bundaran HI.
Merujuk pada data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta per pukul 06.00 WIB, musibah banjir ini merendam sedikitnya 16 ruas jalan dan 48 RT. Di wilayah Jakarta Selatan, tinggi muka air bahkan dilaporkan mencapai 1,7 meter.
Beberapa titik permukiman yang paling terdampak antara lain Kedaung Kali Angke, Kedoya (Utara dan Selatan), Sukabumi Selatan, Cilandak Barat, Cipete Utara, Petogogan, Pela Mampang, Duren Tiga, serta Halim Perdana Kusuma. Guna memulihkan mobilitas warga, petugas BPBD DKI Jakarta saat ini tengah bersiaga di lokasi untuk menyedot genangan dan memastikan seluruh infrastruktur saluran air berfungsi maksimal.





