WASHINGTON, TINTAHIJAU.com — Sejumlah jurnalis senior yang menjadi saksi mata dalam insiden penembakan di acara White House Correspondents’ Dinner, Sabtu (25/4) malam, mengungkapkan detail krusial mengenai posisi pelaku dan lemahnya prosedur awal pemeriksaan keamanan di Hotel Washington Hilton.
Jurnalis senior CNN, Wolf Blitzer, yang berada hanya beberapa meter dari lokasi kejadian, memberikan kesaksian langsung mengenai sosok pria bersenjata tersebut. Menurutnya, pelaku melakukan aksinya dari posisi yang sangat dekat dengan kerumunan.
“Penembak itu jelas berada di tanah (lantai) dan menembak ketika saya melihatnya. Saya hanya berada beberapa meter jauhnya,” ujar Blitzer.
Blitzer menambahkan bahwa ia melihat pelaku sudah berada di dalam area acara yang seharusnya dijaga ketat dan telah melewati titik detektor logam. Hingga saat ini, para saksi mata masih mempertanyakan bagaimana pelaku bisa menembus parameter keamanan tersebut dengan membawa senjata.
Kesaksian lain datang dari jurnalis CNN, Sara Sidner, yang menyoroti adanya jeda keamanan yang cukup berisiko bagi para tamu sebelum mencapai area utama. Sidner menjelaskan bahwa prosedur pemeriksaan di Washington Hilton malam itu tidak langsung dilakukan secara ketat sejak pintu masuk.
- Pemeriksaan Tiket Tanpa ID: Para undangan hanya diminta menunjukkan tiket sebelum menuju area karpet merah.
- Ketiadaan Pemeriksaan Tas di Awal: Saat tiba, hadirin tidak langsung diminta menunjukkan identitas atau menjalani pemeriksaan tas.
- Jeda Detektor Logam: “Butuh waktu sebelum Anda sampai ke detektor logam, sebelum mereka mulai memeriksa tubuh dan tas Anda. Jadi akan ada banyak pertanyaan tentang keamanan di sini,” jelas Sidner.
Berdasarkan rekaman video yang beredar, suasana berubah mencekam saat rentetan tembakan terdengar dari arah luar ruangan. Saat suara letusan pertama terdengar, agen Secret Service langsung bergerak membentuk barikade manusia di sekitar Presiden Donald Trump yang saat itu berada di podium.
Setelah diskusi singkat di tengah suara letusan yang terus terdengar, tim pengamanan akhirnya memutuskan untuk mengevakuasi Trump ke belakang panggung. Selain Trump, Ibu Negara Melania Trump dan Wakil Presiden JD Vance juga dilaporkan dalam kondisi aman.
Melalui unggahan di media sosial, Presiden Trump memuji keberanian petugas yang bertindak cepat melumpuhkan pelaku. Meski ia sempat merekomendasikan agar acara tetap dilanjutkan, ia menyerahkan keputusan sepenuhnya kepada aparat keamanan.
“Terlepas dari keputusan itu, malam ini akan jauh berbeda dari yang direncanakan, dan kita harus mengulanginya lagi,” tulis Trump, mengisyaratkan bahwa acara tersebut kemungkinan besar akan dijadwalkan ulang akibat gangguan keamanan yang serius ini.





