Inilah 7 Layanan Ojol yang Pernah Bersinar di Indonesia Namun Kini Meredup

Ojol di Indonesia
Ilustrasi Ojol (Int)

SUBANG, TINTAHIJAU.com – Beberapa tahun lalu, pasar ojek online (ojol) di Indonesia cukup ramai, hingga pasar tanah air diramaikan dengan kehadiran berbagai pemain lokal dan internasional.

Namun, tak sedikit dari layana ojol tersebut yang akhirnya menghadapi kegagalan. Bahkan pemain besar seperti Uber pun harus menyerah dan meninggalkan Indonesia.

Dikutip dari CNBC Indonesia, Senin (20/11/2023), Berikut daftar 7 perusahaan transportasi online yang pada satu waktu bersinar, namun kini sunyi tak terdengar:

1. Call Jack
Call Jack, aplikasi ride-hailing lokal asal Yogyakarta, yang menawarkan layanan serupa dengan Gojek/Grab. Sayangnya, nama mereka kini lenyap tanpa jejak.

2. Ojekkoe
Ojekkoe, dengan 500 mitra pengemudi, dulunya aktif sebelum akhirnya berhenti beroperasi. Meski dirilis sebagai tugas akhir pendirinya, Katon Muchtar, Ojekkoe hanya memungut biaya minim Rp 2.500 per hari.

3. Topjek
TopJek menawarkan tarif murah tanpa promo, dan memperkenalkan fitur chat room yang belum ada di aplikasi Gojek dan Grab saat itu. Meski berjanji, Topjek akhirnya tidak bisa bertahan.

4. Uber
Uber, pemain besar asal luar negeri, meninggalkan Asia Tenggara termasuk Indonesia pada 2018. Bisnis mereka dijual ke Grab, menyebabkan sebagian mitra pengemudi Uber beralih ke Grab atau bahkan Gojek.

5. LadyJek
LadyJek pernah menggemparkan sebagai ojek online dengan pengemudi wanita untuk kaum wanita. Meski berhasil dengan hampir 3.300 pengemudi, keterbatasan modal membuat LadyJek harus gulung tikar.

6. Blujek
Blujek, saingan besar Gojek dan Grab, juga akhirnya gulung tikar. Dengan warna biru yang khas dan armada besar, Blujek tetap tidak mampu bertahan.

7. OjekArgo
OjekArgo berhenti beroperasi sejak 2017. Berbeda dari aplikasi lain, pelanggan hanya perlu menginstal aplikasi tanpa perlu mendaftar atau membuat akun.

Mengenang perjalanan aplikasi ojol ini memberikan gambaran tentang dinamika pasar teknologi di Indonesia yang selalu berubah dan menghadirkan tantangan besar bagi pelaku industri.