JAKARTA, TINTAHIJAU.com — Polda Metro Jaya telah mengungkap dua terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus. Identitas pelaku didapat dari analisis rekaman CCTV, keterangan saksi, dan barang bukti.
Dikutip dari laman KOMPAS.tv, Kamis (19/3/2026), berikut adalah ringkasan poin-poin pernyataan Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin, terkait para pelaku:
1. Identitas dan Pakaian Pelaku
Kedua terduga pelaku berinisial BAC dan MAK. Saat beraksi, pengendara memakai kemeja batik biru dan pembonceng berbaju hitam.
“Dari keterangan (saksi) dan keterhubungan dengan barang bukti, petunjuk yang kami peroleh, baik itu di TKP langsung maupun di sepanjang jalur yang diduga perlintasan dari para terduga pelaku ini, dan kami analisis dengan satu data Polri, saat ini kami menduga dua orang yang kami tunjukan tersebut, satu inisial BAC, dua inisial MAK,” ucap Iman.
2. Wajah Asli, Bukan Hasil AI
Polisi memastikan foto pelaku murni tangkapan CCTV.
“Kami tekankan ini sama sekali tidak dilakukan perubahan ataupun pengolahan,” kata Iman.
“Sehingga kami dapat pertanggungjawabkan ini bukan hasil artificial intelligence.”
“Ini murni kami ambil dari CCTV yang tertangkap kamera pengawas di sepanjang jalur yang dilalui oleh para pelaku,” tuturnya.
3. Dibuntuti Sejak dari YLBHI
Korban telah dibuntuti sejak Kamis (12/3/2026) malam, mulai dari kantor YLBHI, SPBU, hingga ke Tempat Kejadian Perkara (TKP).
“Pada pukul 19.00 (WIb) korban memasuki kantor YLBHI untuk mengikuti kegiatan podcast, selanjutnya termonitor korban keluar kantor YLBHI dan dari kantor YLBHI sudah ada yang mengikuti oleh terduga pelaku, orang tak dikenal,” ujarnya.
“Kalau kita lihat ini yang kami beri tanda, korban sudah keluar kemudian mulai diikuti oleh salah satu motor yang ditunggangi dua orang, yang kami duga sebagai eksekutor,” ucapnya.
“Setelah dari SPBU, posisi sudah ada yang menunggu, ini adalah bagian dari kelompok terduga pelaku, yakni kendaraan kedua yang melakukan monitoring terhadap korban. Posisi mengarah ke arah TKP (tempat kejadian perkara),” ucapnya.
“Ini yang paling krusial pada saat di TKP terlihat pelaku yang mengeksekusi atau menyiramkan cairan (diduga air keras), yang kami lingkari warna merah (eksekutor) berputar arah kemudian berpapasan menunggu korban,” katanya.
4. Pelaku Turut Terkena Cairan Air Keras
Pelaku sempat menepi di jalan karena diduga ikut terkena siraman air keras yang mereka bawa.
“Termonitor di Jalan Diponegoro, eksekutor ini, diduga cairan tersebut mengenai sebagian dari anggota tubuhnya,” ujar Iman.
“Mereka berdua mencoba membersihkan dengan air mineral. ini terlihat di video CCTV,” ucapnya.
5. Pelaku Sempat Ganti Baju
Usai beraksi, pengemudi motor melepas kemeja batik birunya dan hanya mengenakan kaus merah untuk menyamarkan diri.
“Karena terlihat pada saat di TKP itu menggunakan kemeja dengan motif batik warna biru. Nanti ada korelasinya dengan temuan-temuan kami pada saat siang harinya sebelum kejadian. Dan kaos (merah), ini juga tertangkap CCTV pada saat siang hari sebelum kejadian,” ucapnya.


