Megapolitan

Iran Tawarkan Damai, Netanyahu Justru Malah Sebaliknya

×

Iran Tawarkan Damai, Netanyahu Justru Malah Sebaliknya

Sebarkan artikel ini
PM Israel Benjamin Netanyahu (dok. REUTERS/Nathan Howard)

TEL AVIV, TINTAHIJAU.com – Ketegangan di Timur Tengah dipastikan belum akan mereda dalam waktu dekat. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menegaskan bahwa pihaknya akan terus melanjutkan kampanye militer terhadap Iran dengan misi utama menghancurkan rezim di Teheran yang ia sebut sebagai “rezim teror”.

Pernyataan keras tersebut disampaikan Netanyahu dalam sebuah pidato televisi menjelang hari raya Paskah Yahudi, Rabu (1/4/2026). Ia menyatakan bahwa misi Israel di kawasan tersebut masih jauh dari kata selesai.

Netanyahu sebut “Kampanye Belum Berakhir”

Dalam pidatonya, Netanyahu mengeklaim bahwa tindakan militer Israel telah berhasil mengubah peta kekuatan di Timur Tengah. Ia menekankan posisi Israel yang kini muncul sebagai kekuatan regional yang dominan meski perang masih berkecamuk.

“Kami tetap teguh dalam misi kami dan kami telah mengubah wajah Timur Tengah. Meskipun perang masih berlangsung, Israel telah muncul sebagai kekuatan regional,” ujar Netanyahu sebagaimana dilansir dari AFP.

Ia juga menambahkan bahwa langkah-langkah agresif yang diambil saat ini adalah keharusan bagi keamanan Israel. “Kami harus bertindak, dan kami telah bertindak,” tegasnya.

Respons Kontras dari Teheran

Pernyataan Netanyahu ini muncul sebagai kontradiksi langsung terhadap sinyal damai yang sempat dilontarkan oleh Presiden Iran, Masoud Pezeshkian. Sebelumnya, Pezeshkian menyatakan bahwa Iran sebenarnya memiliki kemauan untuk mengakhiri konflik panjang dengan Israel dan Amerika Serikat.

Namun, Teheran mengajukan syarat yang berat: jaminan keamanan. Iran menuntut kepastian bahwa agresi dari pihak AS maupun Israel tidak akan terulang kembali di masa depan jika kesepakatan damai tercapai.

Kritik Tajam dari Oposisi

Di dalam negeri, retorika Netanyahu tidak sepenuhnya mendapat dukungan. Pemimpin oposisi sekaligus kepala partai Yesh Atid, Yair Lapid, melontarkan kritik pedas terhadap pidato PM tersebut. Lapid menilai Netanyahu terlalu arogan dan gagal melihat realitas di lapangan.

Poin Kritik Yair Lapid:

  • Arogansi: Lapid menyebut pidato tersebut sebagai bentuk kesombongan yang berulang.
  • Klaim Perubahan Kawasan: Lapid meragukan klaim bahwa wajah Timur Tengah telah berubah di bawah kepemimpinan Netanyahu.
  • Realitas Lapangan: Menurut Lapid, pada akhirnya selalu terbukti bahwa dinamika Timur Tengah tidak semudah itu untuk diubah secara permanen.

“Anda hampir mengubah Timur Tengah; pada akhirnya selalu terbukti bahwa Timur Tengah belum berubah,” cibir Lapid menanggapi klaim kemenangan Netanyahu.

Situasi ini menunjukkan adanya jurang komunikasi yang lebar. Di satu sisi, Iran mulai membuka pintu diplomasi dengan syarat tertentu, namun di sisi lain, Israel di bawah kendali Netanyahu justru memilih untuk memperkuat tekanan militer demi memastikan penghancuran total terhadap pengaruh Iran di kawasan.