Megapolitan

‎Mensos Tinjau Sekolah Rakyat di Majalengka, Target Siswa Nasional Capai 45 Ribu pada 2026

×

‎Mensos Tinjau Sekolah Rakyat di Majalengka, Target Siswa Nasional Capai 45 Ribu pada 2026

Sebarkan artikel ini

‎‎Majalengka, TINTAHIJAU.COM – Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Majalengka dengan meninjau Sekolah Rakyat Menengah Pertama 34 Majalengka, Jumat (24/04/2026).‎‎

Dalam kunjungannya, Saifullah Yusuf menyampaikan bahwa program Sekolah Rakyat yang merupakan bagian dari kebijakan Presiden Prabowo Subianto saat ini tengah dikejar realisasinya sebagai upaya pengentasan kemiskinan secara terpadu.‎‎

“Terima kasih kepada Pak Bupati yang telah bersama-sama berjuang menyelenggarakan Sekolah Rakyat rintisan. Ini merupakan tindak lanjut dari program strategis Presiden dalam rangka pengentasan kemiskinan,” ujarnya.‎‎

Ia menjelaskan, program Sekolah Rakyat tidak hanya berfokus pada pendidikan anak, tetapi juga pemberdayaan orang tua melalui berbagai intervensi. Di antaranya renovasi rumah tidak layak huni, bantuan iuran jaminan kesehatan nasional (PBI), hingga pelatihan usaha bagi keluarga siswa.‎‎

Menurutnya, pendekatan tersebut diharapkan mampu mendorong keluarga penerima manfaat menjadi lebih mandiri dan meningkat taraf ekonominya.‎‎

Mensos juga mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Majalengka dalam mempercepat penurunan kemiskinan, salah satunya melalui penempelan stiker pada rumah penerima bantuan sosial sebagai bentuk transparansi dan validasi data. ‎

“Langkah ini menjadi kerja nyata agar masyarakat yang tidak memenuhi syarat secara sukarela tidak lagi menerima bantuan sosial,” katanya.‎‎

Kunjungan ini, lanjutnya, bertujuan untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah, menyatukan langkah dalam pelaksanaan program presiden, serta memberikan apresiasi atas upaya pemerintah daerah.‎ Terkait capaian nasional, Saifullah Yusuf menyebut jumlah siswa Sekolah Rakyat terus meningkat.

‎‎Pada 2026, pemerintah menargetkan lebih dari 30 ribu siswa tambahan sehingga total mencapai sekitar 45 ribu siswa di seluruh Indonesia.

Sementara pada tahun berikutnya ditargetkan melampaui 100 ribu siswa. Khusus di Kabupaten Majalengka, saat ini telah berdiri sekolah rintisan yang masih menggunakan gedung sementara.

‎‎Pemerintah merencanakan pembangunan gedung permanen setelah status lahan dinyatakan siap.‎ “Jika sesuai rencana, akan dibangun sekolah permanen dengan kapasitas hingga 1.000 siswa,” ujarnya.

‎‎Penerimaan siswa akan dilakukan secara bertahap setiap tahun, dengan kuota sekitar 300 siswa yang terdiri dari jenjang SD, SMP, dan SMA.