Megapolitan

Nenek 79 Tahun Terlantar di Jakarta Selatan Mengaku Diperkosa oleh Handphone

×

Nenek 79 Tahun Terlantar di Jakarta Selatan Mengaku Diperkosa oleh Handphone

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi lansia (Foto: Getty Images/iStockphoto/Pornpak Khunatorn)

SUBANG, TINTAHIJAU.com – Sebuah kejadian yang menghebohkan terjadi di Jakarta Selatan (Jaksel) dimana seorang nenek berusia 79 tahun, berinisial M, ditemukan dalam keadaan terlantar. Yang lebih mengejutkan, nenek ini mengaku telah diperkosa oleh handphone (HP).

Nenek M ditemukan pada hari Sabtu, 13 April 2024, oleh tim kepolisian dari Polres Jaksel. Setelah ditemukan, lansia ini langsung diserahkan kepada Suku Dinas Sosial (Sudinsos) Jakarta Selatan untuk mendapatkan perawatan dan bantuan yang lebih lanjut.

Plt Kepala Seksi Perlindungan Jaminan dan Rehabilitasi Sosial Sudinsos Jaksel, Yan Vetansyah, menyampaikan informasi kepada wartawan pada hari Minggu, 14 April. Menurut Yan, Polres Jaksel memberitahukan kepada Sudinsos Jaksel tentang adanya lansia terlantar yang mengalami halusinasi. Oleh karena itu, tim Sudinsos segera bergerak untuk memberikan bantuan kepada nenek M.

“Tim kami berkomunikasi dengan nenek M dan dari penilaian awal, kami melihat bahwa nenek tersebut mengalami sedikit halusinasi,” ujar Yan. Salah satu halusinasi yang diungkapkan oleh nenek M adalah pernyataan bahwa dia diperkosa oleh handphone-nya sendiri. Yan menambahkan bahwa hal tersebut tentu saja tidak masuk akal secara nalar.

Selain itu, saat tim Dinsos mencoba berkomunikasi dengan nenek M, dia juga mengungkapkan bahwa dia tidak membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP). Nenek M hanya mengingat usianya, nama, dan statusnya yang belum menikah.

Untuk sementara waktu, nenek M telah dibawa ke sebuah panti sosial di daerah Kedoya, Kembangan, Jakarta Barat. Di panti sosial tersebut, nenek M akan menjalani observasi dan asesmen lebih lanjut untuk menentukan tindak lanjut yang akan diambil.

“Kami telah berkoordinasi dengan Polres dan nenek M telah dibawa ke panti sosial di Kedoya. Saat ini, nenek M sedang diobservasi dan diasesmen oleh pihak panti sosial,” ungkap Yan.

Kejadian ini menjadi peringatan bagi kita semua untuk lebih peduli terhadap lansia yang terlantar dan membutuhkan bantuan. Kita harus saling berkoordinasi dan bekerja sama untuk memberikan perlindungan dan perawatan yang layak bagi mereka.

Sumber: detikcom