Megapolitan

Penembakan Guncang Jamuan Makan Malam Gedung Putih, Presiden Trump Dievakuasi Selamat

×

Penembakan Guncang Jamuan Makan Malam Gedung Putih, Presiden Trump Dievakuasi Selamat

Sebarkan artikel ini
Para tamu bersembunyi di bawah meja ketika suara tembakan terdengar. | Foto: Getty Images

WASHINGTON, D.C. — Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dievakuasi dengan selamat setelah sebuah insiden penembakan terjadi di tengah acara jamuan makan malam tahunan koresponden Gedung Putih di Hotel Washington Hilton pada Sabtu (25/4) malam waktu setempat.

Biro Investigasi Federal AS (FBI) dan kepolisian setempat mengonfirmasi bahwa pelaku, yang diidentifikasi sebagai seorang tamu hotel, telah berhasil dilumpuhkan dan saat ini ditahan oleh pihak berwenang.

Berikut adalah rangkuman fakta dan informasi terkini terkait insiden tersebut:

Kekacauan bermula sekitar pukul 20.35 waktu setempat (Minggu, 07.35 WIB). Tersangka dilaporkan berlari menuju ruang transisi yang menghubungkan area hotel dengan ballroom utama, berupaya menerobos barisan petugas keamanan dan pos pemeriksaan yang dilengkapi detektor logam.

Tak lama, suara dentuman keras yang menyerupai tembakan senjata otomatis terdengar dari arah pintu utama ballroom. Situasi ini memicu kepanikan luas di kalangan tamu, yang sebagian besar terdiri dari menteri kabinet, pejabat senior, dan ratusan jurnalis. Para peserta dilaporkan bersembunyi di bawah meja saat insiden berlangsung.

Anggota Dinas Rahasia (Secret Service) langsung bertindak cepat, meneriakkan perintah “tiarap” sambil mengawal ketat Presiden Trump keluar dari lokasi. Sejumlah pejabat tinggi lainnya, termasuk Direktur FBI Kash Patel dan Menteri Kesehatan Robert Kennedy Jr., juga langsung dievakuasi.

Media-media AS melaporkan bahwa tersangka bernama Cole Tomas Allen (31 tahun), warga Torrance, California. Kepala Sementara Departemen Kepolisian Metropolitan Washington DC, Jeffrey Carol, membenarkan bahwa tersangka adalah tamu di hotel tempat acara berlangsung.

Dari hasil penyelidikan awal, tersangka diketahui membawa persenjataan dalam jumlah yang signifikan, yakni:

  • Satu pucuk senapan shotgun
  • Satu pucuk pistol
  • Beberapa bilah pisau

Tersangka tidak mengalami luka tembak saat dilumpuhkan dan diyakini bertindak seorang diri. Wali Kota Washington DC, Muriel Bowser, mengonfirmasi bahwa tersangka saat ini berada di rumah sakit dan akan menjalani sidang pembacaan dakwaan di pengadilan federal pada Senin (27/4).

Jaksa AS untuk Washington, Jeanine Pirro, menyatakan tersangka akan menghadapi dua dakwaan berlapis terkait penggunaan senjata api dalam kejahatan kekerasan dan penyerangan terhadap petugas federal.

Melalui platform Truth Social, Donald Trump mengonfirmasi bahwa seorang anggota Dinas Rahasia sempat ditembak dari jarak sangat dekat oleh pelaku. Beruntung, nyawa petugas tersebut berhasil diselamatkan oleh rompi antipeluru yang dikenakannya.

“Saya baru saja berbicara dengan petugas itu, dan dia dalam kondisi sangat baik,” tulis Trump. Ia juga memuji keberanian para anggota Dinas Rahasia yang dinilainya sukses melumpuhkan pelaku dengan cepat.

Trump menyebut pelaku sebagai “orang yang sangat sakit” dan menegaskan bahwa ini bukan kali pertama ia menghadapi percobaan pembunuhan. Sebelumnya, ia juga sempat menjadi target penembakan saat berpidato di Butler, Pennsylvania, dan ketika bermain golf di Palm Beach, Florida.

Pihak kepolisian menegaskan bahwa insiden ini bukanlah sebuah kegagalan sistem keamanan. Pos pemeriksaan acara yang memberlakukan protokol setingkat bandara disebut telah berfungsi sebagaimana mestinya, terbukti dari berhasilnya petugas mencegat tersangka di titik tersebut.

Insiden ini kembali membuka catatan kelam Hotel Washington Hilton di Connecticut Avenue. Hotel yang sama merupakan lokasi di mana mantan Presiden AS, Ronald Reagan, ditembak dan terluka parah oleh John Hinckley Jr. pada 30 Maret 1981 silam.

Meskipun acara ini secara teori dianggap sebagai salah satu kegiatan paling aman di Washington, evaluasi keamanan secara menyeluruh dipastikan akan menjadi sorotan utama dalam beberapa hari ke depan. Presiden Trump sendiri telah menyatakan bahwa acara jamuan makan malam tersebut akan dijadwalkan ulang dalam 30 hari ke depan.

Sumber: BBC News