Megapolitan

Penyelidikan Kecelakaan Kereta Bekasi Timur Diusut Transparan, Libatkan Berbagai Pihak

×

Penyelidikan Kecelakaan Kereta Bekasi Timur Diusut Transparan, Libatkan Berbagai Pihak

Sebarkan artikel ini

BEKASI, TINTAHIJAU.com — Penanganan kasus kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur terus bergulir. Korps Lalu Lintas Polri (Korlantas) memastikan proses penyelidikan dilakukan secara terbuka dengan pendekatan berbasis data ilmiah.

Direktur Penegakan Hukum Korlantas Polri Brigjen Pol. Faizal mengatakan, investigasi tidak hanya melibatkan kepolisian, tetapi juga sejumlah pemangku kepentingan terkait. Hal ini dilakukan untuk mengungkap secara menyeluruh penyebab kecelakaan yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL tersebut.

“Kami juga telah menggandeng seluruh stakeholder terkait untuk bahu-membahu mencari titik terang dari peristiwa kecelakaan ini secara scientific investigation, baik dari sisi manusia, kendaraan, maupun sarana-prasarana yang terlibat,” ujar Faizal, Selasa (5/5/2026) seperti yang dikutip dari laman KOMPAS.tv.

Menurut dia, penyelidikan tidak semata-mata bertujuan menentukan pihak yang bersalah. Lebih jauh, proses ini diarahkan untuk mengurai akar persoalan secara komprehensif guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

Faizal menambahkan, kecelakaan di perlintasan kereta kerap terjadi secara tidak terduga. Namun, risiko tersebut dapat diminimalkan apabila sistem pengamanan berjalan optimal dan pengguna jalan memiliki tingkat kepatuhan yang tinggi.

Salah satu temuan awal dalam kasus ini adalah kondisi perlintasan yang belum sepenuhnya dilengkapi palang pintu serta minimnya penjagaan petugas di lokasi kejadian.

Tragedi yang terjadi pada Senin (27/4) malam itu menimbulkan dampak besar. Sebanyak 16 orang dilaporkan meninggal dunia, sementara puluhan lainnya mengalami luka-luka.

“Seluruhnya masih dalam proses penyidikan mendalam dan saat ini terus berjalan,” kata Faizal.

Berdasarkan kronologi, kecelakaan bermula dari sebuah taksi yang mogok di perlintasan sebidang akibat gangguan kelistrikan. Kendaraan tersebut kemudian tertabrak KRL yang melintas hingga menyebabkan rangkaian berhenti darurat.

Dalam kondisi tersebut, KRL yang berhenti justru ditabrak dari belakang oleh KA Argo Bromo Anggrek, sehingga memicu kecelakaan beruntun dengan korban besar.

Peristiwa ini kembali menegaskan pentingnya peningkatan keselamatan di perlintasan sebidang, baik dari sisi infrastruktur maupun kesadaran pengguna jalan, guna menekan potensi kecelakaan di masa mendatang.