Sumedang, TINTAHIJAU.COM – Anggota DPR RI Komisi IV, Dadang M. Naser, menegaskan koperasi memiliki peran strategis dalam menggerakkan perekonomian masyarakat dan memperkuat implementasi Pasal 33 UUD 1945. Hal itu disampaikannya saat menjadi keynote speaker dalam peringatan Dies Natalis ke-62 Ikopin University bertema Gerakan Literasi Koperasi Untuk Negeri di Sumedang, Senin (13/7/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Dadang menekankan pentingnya semangat sabilulungan sebagai fondasi pengembangan koperasi di Indonesia. Menurutnya, sabilulungan tidak hanya dimaknai sebagai gotong royong, tetapi harus mencakup seluruh aspek kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. “Harus lebih dari itu, yang meliputi segala aspeknya,” ujar Dadang.
Mantan Bupati Bandung itu mengatakan koperasi harus mengambil peran besar dalam mengelola dan menguasai sumber-sumber ekonomi masyarakat. Ia menilai pengalaman Koperasi Unit Desa (KUD) pada masa lalu dapat menjadi pembelajaran penting dalam pengembangan koperasi modern.
“Barangsiapa yang menguasai sumber-sumber ekonomi maka ia akan berkuasa. Koperasi harus mengambil peran sebagai implementasi Pasal 33 UUD 1945. Pengalaman KUD dapat menjadi pelajaran untuk pengembangan koperasi saat ini,” katanya.
Dadang juga menyoroti program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Dimana, program tersebut menjadi momentum kebangkitan koperasi sebagai kekuatan ekonomi nasional. “Hadirnya KDMP adalah momen untuk kembali koperasi berkuasa di Indonesia dalam perekonomiannya,” tegasnya.
Ia menambahkan, dalam seminar yang digelar bersamaan dengan Dies Natalis Ikopin University tersebut, muncul usulan agar pengembangan sumber daya manusia KDMP melibatkan perguruan tinggi, khususnya Ikopin University.
“Dari seminar ini ada usulan agar pengembangan SDM KDMP melibatkan perguruan tinggi, khususnya Ikopin University, dengan tetap mengedepankan ekonomi Pancasila,” ujarnya.
Sementara itu, pendiri Ikopin University, Muslimin Nasution, menegaskan gerakan koperasi tidak semata-mata berorientasi pada penghimpunan modal, tetapi juga memiliki fungsi pendidikan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Pendidikan harus tumbuh dan berkembang dalam pemberdayaan ekonomi. Dari pendidikan lahir penanaman mental positif dan pembentukan karakter,” kata Muslimin.
Menurutnya, Ikopin University memiliki tanggung jawab besar dalam mencetak generasi yang mampu mengembangkan koperasi di masa depan. “Ikopin University harus menjadi kawah candradimuka dalam pengembangan koperasi yang sesungguhnya dengan semangat membangun koperasi sejati,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Rektor Ikopin University Agus Pakpahan mengajak mahasiswa dan pelaku koperasi untuk belajar dari keberhasilan Koperasi Keling Kumang di Kalimantan Barat. Ia menilai koperasi tersebut memiliki nilai-nilai kekeluargaan, budaya, dan kebersamaan yang kuat dalam membangun usaha bersama.
“Dari Koperasi Keling Kumang lahir teori dalam pembentukan dan pengembangan koperasi yang bisa menjadi acuan bagi koperasi lain. Mahasiswa Ikopin perlu banyak belajar dari koperasi tersebut,” ujar Agus.
Menurutnya, keberhasilan Koperasi Keling Kumang tidak lepas dari kuatnya penanaman nilai kekeluargaan serta pelestarian budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi.
“Karena ada semangat kekeluargaan untuk membangun dan maju bersama dengan budaya dan tradisi yang tertanam dari leluhur hingga generasi berikutnya,” pungkasnya.





